Lantunan agung telah rampung
petang sempurna tergulung
remang-remang seri meregang bayang-bayang
mendahului gerak tapak kaki bagai mengambang
ke mana orang-orang?
tidakkah kamu menyadari mereka pergi
satu persatu tanpa permisi
meninggalkanmu yang terhenyak sejenak
mereka yang pernah satu barisan
satu naungan
satu ikatan
seperjalanan
datang dan pulang demi bersembahyang
semenjak hijau hingga putih tak berbilang
malam ini aku berjalan seorang diri
masih bertumpu dua kaki
menunggu diiringi berapa pasang sandal nanti
apa kita kelak saling mencari:
“ke mana kawanku yang dahulu bersama-sama
menuju rumahNya dengan doa berbeda-beda”
aku jua akan berkata:
“pertemukanlah dengan mereka
dengan tanpa seteru dan saling murka
di tempat kami pernah duduk di musala
mengenal satu sama lain meletakkan angkara”
Bogor, 21 Oktober 2025











