Home / Fiksi / Puisi / Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi
1

Ini hanyalah kendaraan
Ini hanyalah tubuh
Yang membawa bentuk
Dari suara kesetaraan

Ada banyak kepentingan
Setiap tunasnya memberikan nama
Namun, intinya satu jua
Keadilan dari semua

Ini bisa berhenti
Pada tubuh yang mati
Akan tetapi bentuk itu akan kembali
Bertunas entah di mana rimbanya

Kami telah mati berkali-kali
Tapi, selalu hidup lagi
Karena kami ialah eksistensi
Yang tak butuh raga

Rupa-rupa
Intinya sama
Bagaimana bisa?
Entahlah
Kami juga bertanya
Mana hitam putihnya
Dalam abu-abu

Dunia boleh chaos, tapi bukan alasan untuk larut
Mampukah kamu minum secangkir kopi pekat tanpa gula?
Sudikah meminumnya?
Demi terjaga dari serangan segala penjuru?

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Antologi KompaK’O

Random image