Ini hanyalah kendaraan
Ini hanyalah tubuh
Yang membawa bentuk
Dari suara kesetaraan
Ada banyak kepentingan
Setiap tunasnya memberikan nama
Namun, intinya satu jua
Keadilan dari semua
Ini bisa berhenti
Pada tubuh yang mati
Akan tetapi bentuk itu akan kembali
Bertunas entah di mana rimbanya
Kami telah mati berkali-kali
Tapi, selalu hidup lagi
Karena kami ialah eksistensi
Yang tak butuh raga
Rupa-rupa
Intinya sama
Bagaimana bisa?
Entahlah
Kami juga bertanya
Mana hitam putihnya
Dalam abu-abu
Dunia boleh chaos, tapi bukan alasan untuk larut
Mampukah kamu minum secangkir kopi pekat tanpa gula?
Sudikah meminumnya?
Demi terjaga dari serangan segala penjuru?









