Mentari pulang bersama lembayung senja dan membiarkan dirinya tenggelam bersama gelapnya malam
Dunia kehilangan rona dan warna
Di atas sana langit seperti retak dan terbelah
Sepotong dada merasa sesak dan kehilangan alasan untuk berdetak riang.
Rembulan datang menuliskan cerita
Membawa seberkas cahaya sebagai kabar gembira
Sayang, bulan tetaplah bulan
Bukan sinar terang yang melukis dunia dengan cerita indahnya cinta
Seorang pemuda tenggelam dalam lamunan di malam yang panjang
Sorot matanya sayu, wajahnya pucat
Di sepanjang malam, pemuda itu mencoba memungut serpihan terang yang tersisa untuk kembali membuat dadanya berdetak gembira
Namun tetap saja tak mampu menyelamatkannya dari rasa kehilangan.
Alunan suara lembut perlahan mengalir dalam larik-larik doa yang dirapalkan dengan khusyuk dan pejaman mata
Berharap mentari tak berpaling begitu saja
Masih ada kisah cinta yang ingin dirangkai dengan penuh gelora









