Home / Fiksi / Puisi / Balada Kopi

Balada Kopi

Balada Kopi
1

Di warung kopi
Pikiranku berorasi
Tepat bersama debu matahari
Menyusun diksi-diksi
Ada yang makan hati
Ada yang merebah sunyi
Seperti note-note yang berbunyi
Sesekali di tekan sendiri
Namun kebanyakan menari-nari di imaji
Beberapa masalah menggoda emosi
Panas menyentil kulit ari
Kadang mengusap kening, sesekali
Keringat tersenyum berseri-seri
Meski lelah menyelimuti
Pada raga, pada diri
Resah pun menggelayuti
Tentang esok, apa yang akan terjadi
Realitas penuh teka-teki
Bagaikan labirin memecah simbolisasi
Mengejar berbagai misteri
Berlari-lari kesana kemari
Menghampiri banyak hal yang tak pasti
Tertipu oleh sesuatu yang tak abadi
Sering lupa terhadap jati diri
Terjatuh berkali-kali
Namun kerap diulang kembali
Seperti tumpahnya secangkir kopi
Tak jarang terbuang sebelum dinikmati

Sindangkerta, 11 Juni 2025

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image