Di warung kopi
Pikiranku berorasi
Tepat bersama debu matahari
Menyusun diksi-diksi
Ada yang makan hati
Ada yang merebah sunyi
Seperti note-note yang berbunyi
Sesekali di tekan sendiri
Namun kebanyakan menari-nari di imaji
Beberapa masalah menggoda emosi
Panas menyentil kulit ari
Kadang mengusap kening, sesekali
Keringat tersenyum berseri-seri
Meski lelah menyelimuti
Pada raga, pada diri
Resah pun menggelayuti
Tentang esok, apa yang akan terjadi
Realitas penuh teka-teki
Bagaikan labirin memecah simbolisasi
Mengejar berbagai misteri
Berlari-lari kesana kemari
Menghampiri banyak hal yang tak pasti
Tertipu oleh sesuatu yang tak abadi
Sering lupa terhadap jati diri
Terjatuh berkali-kali
Namun kerap diulang kembali
Seperti tumpahnya secangkir kopi
Tak jarang terbuang sebelum dinikmati
Sindangkerta, 11 Juni 2025











