Gara-gara film anyar ‘Disclosure Day’ karya sutradara Steven Spielberg dan atau dirilisnya file-file dokumentasi ‘rahasia’ pemerintah AS yang langsung jadi rahasia umum, alien serta UAP alias UFO jadi topik hangat serta fenomenal di mana-nama, kita sebagai Orang-orang Percaya seringkali jadi kepo. Benarkah entitas tak diketahui atau dikenal itu ada, apakah kehidupan di planet lain di jagat raya maha luas serta tak terbatas ini benar-benar ‘somewhere up there’? Apakah Tuhan menciptakan ‘ET’ atau makhluk bermata besar serta piring terbang berkecepatan tinggi lebih dari kecepatan cahaya? Lalu, apakah memang mereka jauh lebih cerdas dari manusia serta berpeluang menculik manusia?
Dalam opini kali ini penulis tidak bermaksud membahas apalagi menjawab tuntas semua pertanyaan di atas (tentu sudah sangat banyak artikel atau podcast lain di dunia maya), melainkan mengajak kita semua turut merenungkan beberapa hal berikut ini:
- Segala sesuatu yang menjauhkan kita dari Firman Allah berarti tidak berasal dari-Nya. Jadi, untuk apa kita mempercayai ‘kebenaran’ yang tidak benar? Apa saja bisa diklaim bahkan menjadi bahan kesaksian, termasuk pengalaman menghebohkan plus foto-video sebagai ‘buktinya’. Apalagi pada zaman now, sangat banyak warganet (bukan hanya kreator konten) berusaha keras agar ‘didengarkan’ alias rindu jadi viral. Apa saja motif hingga tujuan mereka? Seringkali karena uang, bahkan lebih (buruk) dari itu. Satu dari antaranya; mengalihkan manusia (termasuk Anak-anak Tuhan) dari kebenaran Firman Allah. Meragukan manusia sebagai citra-Nya bahkan mengeklaim Yesus Kristus sebagai alien yang turun ke bumi. Waduh, sangat menyesatkan serta berbahaya, bukan?
- Apapun cerita hingga berita dari sesama manusia perlu dibaca serta dipertimbangkan dengan hati nurani serta akal sehat. Misalnya, meskipun kita mengenal si A atau si B sebagai orang yang sangat cerdas, ahli ilmu ini-itu, gelar-titel berderet, berprestasi luar biasa, berpengalaman puluhan tahun dan sebagainya, semua itu belum dapat menjamin si A atau si B akan selalu benar, tidak pernah khilaf, serta bisa dipercaya 100 persen. Bahkan bestie, guru/dosen atau hamba-hamba Tuhan juga pernah/masih memiliki flaws. Jadikanlah Alkitab, Firman Tuhan sebagai dasar hidupmu. Itu sudah sangat-amat cukup bagi yang terbuka mata serta pintu hatinya, dengan pertolongan Roh Kudus semua pertanyaan terjawab di sana.
- Apakah cueknya kita pertanda tidak khawatir atau gak peduli? Tentu saja bukan begitu. Tidak berarti perkembangan dunia ini gak usah diperhatikan, bersikap bomat (bodoh amat). Cuek di sini artinya bukan bersikap apatis atau pasif, melainkan tidak terlalu ‘memasukkan ke dalam hati’. Bagaimana caranya? Mindset kita saat memandang sebuah film sebagai hiburan plus sedikit ‘pengetahuan’ harus ditingkatkan dari ‘bisa jadi ‘tuh’. Dalam hal ini, janganlah terburu-buru mengamini sebuah film sebagai ‘pengungkapan rahasia’. Penasaran atau jadi tertarik pada ilmu antariksa-astronomi? Tentu boleh-boleh saja, akan tetapi kiranya tidak untuk dijadikan batu sandungan bahkan membuat kita meragukan keberadaan serta otoritas Tuhan.
Sangat banyak buku, musik, film sebagai media hiburan dapat sedemikian memesona bahkan memengaruhi kita sebagai penikmatnya di waktu luang. Bukan sekadar asyik menikmati karena suka atau hobi, keyakinan kita haruslah tetap teguh sambil dengan bijak menyadari tidak semua sumber inspirasi adalah fakta. Jadi, entah ada atau tidak adakah ‘makhluk luar angkasa’ itu, mengapa kita harus takut dan khawatir karenanya? Takutlah hanya kepada Tuhan semata-mata.
Sebagai penutup, penulis rindu turut membagikan ayat dari Yesaya 45:12 (TB) yang berbunyi: “Akulah yang menjadikan bumi dan yang menciptakan manusia di atasnya; tangan-Kulah yang membentangkan langit, dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya.”
Semoga bermanfat dan Tuhan Yesus memberkati.
Tangerang, 17 Juni 2026










