Home / Non Fiksi / Jalani dan Hadapi dengan Senyuman

Jalani dan Hadapi dengan Senyuman

Jalani dan Hadapi dengan Senyuman
2

Belajar dari pengalaman hidup, sesungguhnya tiada insan di dunia ini tak ingin bahagia. Semuanya ingin bahagia, penuh kedamaian, cinta, serta rasa istimewa yang tersemat selalu. Hidup adalah perjalanan panjang penuh makna andaikan tiap insan mampu menyerap tiap pelajaran kehidupannya bukan begitu? Kita harus mencari ibrah di dalamnya.

Sesungguhnya, Dia, Yang Maha Kuasa tengah memperlihatkan kasih sayang-Nya yang tak terhingga kepada kita melalui cara-Nya sendiri. Berbeda-beda pula. Memperlihatkan segala kekuasaan-Nya, agar kita bertadabbur memahami kalam-kalamNya.

Seperti kisah yang kan kutorehkan kali ini. Aku adalah satu dari sekian hambaNya yang bergelimang dalam lumpur dosa. Entah seperti apa dan seberapa banyak dosaku telah kulakukan, tetapi cinta, kasih sayang, rahman dan rahimNya sungguh tiada terkira.

Aku menjalani kehidupan yang penuh liku. Terjal, mendaki, bahkan seringkali dihempaskan oleh keadaan yang tak pernah kuduga sebelumnya. Kehilangan seorang ayah di saat masih kecil menjadi sesuatu yang membuatku goyah dan rapuh. Bagaimana tidak? Ketika aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya, dia telah kembali ke pangkuan Sang Khaliq.

Saat itulah, aku kehilangan sosok yang sangat kukagumi dan kubanggakan. Menjalani hari-hari tanpanya adalah sesuatu yang membuat hidupku kian sunyi.

***

Era 90-an mungkin era terbaik dan juga awal hidupku ditempa oleh berbagai keadaan, aneka rupa. Begitu banyak batu sandungan, aral melintang menghadang, cobaan bertubi-tubi dalam hidupkum Hanya saja, aku berpikir, aku harus berjuang demi cita-cita. Dulu, ayahku pernah bertanya, “Kamu mau jadi apa?”

Kujawab, “Aku mau jadi wartawan, biar bisa pergi ke luar negeri dan masuk tivi.” Itu adalah pikiran anak kecil yang belum  paham arti perjuangan.

Setelah kepergiannya, aku berusaha keras menggapai cita-citaki meski tidak kesampaian.

Aku kecewa. Sungguh, aku kecewa. Aku ingin marah, tapi__kepada siapa kulampiaskan semua amarah itu? Ah, akhirnya kulampiaskan kemarahanku dengan banyak membaca dan belajar. Kulahap buku-buku, majalah, koran, buletin, apapun bentuknya agar otakku ini terisi dengan ilmu yang belum pernah kudapatkan dari bangku sekolah, lebih tepatnya, aku ingin seperti teman-temanku yang bisa kuliah dan mendapatkan pekerjaan layak.

Namun, Allah dengan segala kemahaan-Nya, menempaku menjadi pribadi yang tahan banting. Beberapa pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan, katakanlah pekerjaan kasar, harus kujalani. Aku ingin protes waktu itu, tetapi akhirnya _ pelampiasanku kembali kepada buku-buku dan banyak membaca. Akhirnya kumengerti betapa luasnya kasih sayang Allah kepadaku. Aku yang sempat protes, sempat tak terima, perlahan mulai merenungi makna hidup. Allahu Akbar.

Sebagai orang yang tak pandai bermadah ataupun menuliskan curahan hatiku lewat kalam-kalamNya, aku banyak belajar, belajar, belajar, dan terus belajar. Beberapa buku yang kulahap dan sangat kusukai adalah buku bahasa asing  dan buku motivasi. Sungguh, aku menyelam ke sana, ke dunia baru bernama literasi.

Di sini, kucoba torehkan sedikit demi sedikit kata dan ungkapan yang mungkin saja mewakili hati beberapa orang yang memiliki nasib sama denganku. Sekali lagi, dunia baru ini sungguh mengasyikkan. Dari sini cakrawala pandangku terkuak. Memahami arti hidup sesungguhnya. Belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Aku menjalani hidup tanpa kedua orang tua dan pasangan. Mereka sudah kembali kehadiratNya. Aku menjalani hidup bersama buah hati dan orang-orang yang kusayangi. Memang? hidup itu berat, tetapi bukankah hidup itu hanya sekali? Aku hanya tinggal menikmati. Dan kini hanya bisa istiqomah saja di jalanNya, mengharap segala ridho dan juga kasih sayang yang tiada bertepi dari-Nya.

Penulis

  • Fidele Amour

    Fidèlé Amour adalah nama pena dari wanita kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, berzodiak Libra. Memiliki hobi belajar bahasa asing, mendalami huruf-huruf Jawa dan bahasa Jawa sebagai wujud dukungan terhadap program Revitalisasi Bahasa Daerah. Gemar menulis artikel, puisi, cerpen, dan cerbung, terutama cerpen dan cerbung berbahasa Jawa. Telah menerbitkan beberapa karya solo dan antologi berbagai genre.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Antologi KompaK’O

Random image