Home / Fiksi / Puisi / Helen

Helen

Helen


Kamboja putih bergentayangan
di atap, pelataran, dan
yang masih digamit ranting-ranting pepohonan
teduh seperti namanya

Helen gadis Belanda
kita memang sekalipun tiada temu sapa
tentangmu kupetik dari “katanya”
kata para pekerja
engkau pernah di sini
sebidang bangunan di Jalan Cikini

sampai kepergianku
keseraman justru mendesak penasaran
siapa ia gerangan
sedangkan gambaran di tempurung-tempurung kepala
menakutkan

ah tidak
kecantikan, keanggunan, kemolekan bagiku justru menakutkan
akan kesetiaan

ah ya
jika keburukan adalah yang ditakutkan
kontradiksi atas nama dan bunga di taman
kamboja yang sempat kupungut mengisyaratkan:
keharuman; ketenangan; pun kefanaan
dan aku tidak kan menjumpaimu selain kesan dalam bayangan.




Bogor, 22 Januari 2026 (23.09)

Penulis

  • Wijatmoko Bintoro S

    Wijatmoko berasal dari Magelang yang merantau dan menjadi penduduk Tanjung Priok, Jakarta Utara. Wijatmoko telah membuahkan sepuluh buku karya tunggal bergenre prosa, puisi, dan pantun. Beberapa tulisannya sempat tersimpan di sebuah blog pribadinya yang gagal dimasuki karena dia kehilangan kuncinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image