Home / Fiksi / Puisi / Air Mata

Air Mata

Air Mata
1

Kemarin air mata
rumpah tidak terkira di pusara
mengenangkan mereka yang telah tiada

Kini air mata kembali
tumpah tiada terperi
dalam sujud kepada Illahi

Esok masih adakah air mata
harus kembali tumpah di mana-mana
mengenangkan mereka yang tersia-sia?


Jkt, 240226

Penulis

  • Mas Sam

    Seorang guru yang hobi baca dan suka nulis.

    Menamatkan pendidikan di IKIP Negeri Yogyakarta dan berprofesi sebagai guru sejak 1996 sampai sekarang.

    Tulisannya dapat dibaca di platform kompasiana.com dan opinia.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Antologi KompaK’O

Random image