Kami berbaris teratur
kata ibu guru Pak Manajer akan bertutur
berpamitan dari pabrik itu
tidak sepanjang pidato para pembesar
di atas tribun berkampanye berkoar-koar
Pak Manajer menyampaikan salam perpisahan
tak luput menyampirkan doa dan pesan
kala berjabatan tangan,
pada pundak lunak anak-anak
“semoga kelak menjadi anak pintar”
“semoga nanti setelah besar menjadi manajer”
“semoga esok berguna bagi nusa bangsa”
“semoga besok menjadi dokter”
sembari menanyakan apak cita-cita kami
di tempatku berdiri, tak busa kujamah lagi
pabrik itu sudah gulung tikar
sekian lama
bahkan rerumputan pun lupa kapan mereka dipangkas
seandainya semenit aku dilontarkan ke masa itu
kubisikkan kepada bapak itu:
aku menjadi penyair yang sunyi.
Bogor, 17 Desember 2025









