Saat ini aku mengerjakan proyek novel kejar tayang harian (wajib) sebanyak 4 (empat) judul. Total jumlah kata minimal untuk keempat buku tersebut 7,000 kata per hari, atau 50,000 kata per minggu. (Biasanya lebih banyak lagi).
Untuk yang tidak wajib—tapi tetap harus ada pembaruan minimal seminggu dua kali—14 (empat belas) buku. Kurang lebih 30,000 kata per minggu.
Belum lagi cerpen, puisi…
Oh, dan aku menulis kolom ini setidaknya seminggu sekali.
Bagaimana aku menangani semua ini? Bagaimana aku bisa melacak semua ini?
Aku tentu tidak akan pernah mengaku sebagai ahli, tetapi aku akan berbagi apa yang telah berhasil sejauh ini, karena mungkin beberapa kiat ini juga akan berhasil untuk Anda.
1. Mengatur Waktu
Masa-masa menulis apa yang aku inginkan, kapan pun aku mau sudah lewat. Saat ini aku melakukan triase, menggunakan rumus berikut:
Apa yang punya Deadline?
Kalau ada tenggat waktu—atau beberapa tenggat waktu—yang terlibat, semuanya akan tercatat di kalenderku. Proyek dengan tenggat waktu terdekat akan diprioritaskan di atas segalanya… meskipun mungkin bukan karya yang paling kusukai untuk ditulis.
TIPS: Saat Anda menulis sesuatu yang harus Anda tulis, bukan sesuatu yang ingin Anda tulis, pastikan untuk menyisihkan waktu dalam sehari (walaupun hanya 15 menit!) untuk sedikit meluangkan waktu bagi proyek yang paling Anda sukai. Itu bisa berarti menulis adegan singkat, dialog cepat, atau bahkan sedikit riset atau pembuatan papan visi (yang akan kubahas sebentar lagi) untuk proyek tersebut. Mengapa melakukan ini? Karena setelah seharian bekerja keras, kita membutuhkan hadiah—dengan kata lain, setelah menulis apa yang menghasilkan uang, otak kita pantas mendapatkan rangsangan pada jalur penghargaan yang membantunya mengingat mengapa kita suka menulis sejak awal. Ini membuat kita tetap terlibat dalam keterampilan menulis, dan mengingatkan kita bahwa menulis adalah latihan yang memberi kita kegembiraan.
Proyek Apa yang Menghasilkan Uang?
Mungkin Anda tidak memiliki tenggat waktu, tetapi tahu bahwa salah satu dari banyak karya yang sedang Anda kerjakan akan menghasilkan uang (anyak atau sedikit).
Bagiku, proyek-proyek tersebut lebih diutamakan daripada yang lain karena sama seperti menulis untuk kesenangan adalah imbalan tersendiri, menulis untuk uang juga tidak kalah bagusnya.
Proyek Mana yang Paling Kusuka?
Urutan ketiga adalah proyek yang paling aku sukai atau yang paling aku rasakan “dalam zona” pengerjaannya. Jika ada “aliran” ketika aku berada di lingkungan itu atau dengan karakter-karakter itu, itulah yang akan menghasilkan halaman terbanyak, dan proyek dengan jumlah kata adalah proyek yang lebih dekat tidak hanya dengan penyelesaian, tetapi juga dengan penghapusan dari daftar “yang harus dilakukan” sama sekali.
2. Mengorganisir Materi
Waktu adalah satu hal. Riset, catatan, latar belakang, adegan, dan isyarat visual… itu semua hal lain lagi. Dan ketika beberapa proyek sedang berjalan, semuanya bisa menjadi berantakan dengan cepat.
Mengorganisir materi sangat penting—bukan hanya untuk menjaga agar semua cerita tetap teratur, tetapi juga untuk menghemat waktu ketika aku mencari file untuk cerita atau artikel tertentu.
Berikut beberapa metode yang aku gunakan:
Satu Buku Catatan Harian
Maksudku buku catatan harian model lama, baik pena dan kertas atau elektronik.
Aku punya satu buku catatan harian (folder) yang HANYA untuk menulis. Tenggat waktu dicatat di sana. Jumlah kata harian untuk proyek tertentu dicatat di sana. Gagasan tentang di mana atau apa yang harus diteliti—juga di sana. Ini adalah manual proyekku yang menjaga supaya tulisanku tetap ada dan teratur.
TIPS: Aku menyebutkan jumlah kata harian. Hal ini penting karena tidak hanya memberikan bukti visual atas pencapaian, tetapi juga berfungsi untuk mengaktifkan jalur penghargaan otak—karena bahkan jumlah kata 100 kata pun merupakan pencapaian dibandingkan dengan tidak ada kata sama sekali, dan otak SANGAT menyukai pencapaian—seperti anak kucing yang mendapatkan Whiskas Kitten Dry Food. Jadi, jaga agar ‘tangki penghargaan’ Anda tetap terisi dengan selalu mencatat jumlah kata. Seiring waktu, ini juga akan membantu Anda melacak hari-hari dalam seminggu, waktu dalam sebulan, atau musim dalam setahun yang paling (atau paling tidak) produktif bagi Anda, dan itu membangun wawasan yang kuat tentang proses Anda sendiri.
Warna
Baik Anda menggunakan sistem pengarsipan elektronik atau sistem kertas kuno, warna sangat penting. SETIAP proyek membutuhkan warna spesifiknya sendiri—dan setiap lembar kertas, artikel, daftar tautan … semuanya perlu diberi warna sesuai proyek tersebut agar Anda tidak bingung.
“Artikel ini tentang bubur khas Rusia di kompleks rumah sakit tentara Uni Soviet di Minks tahun 1981. Apa yang dilakukannya di tumpukan artikel tentang otaku dalam budaya pop Jepang di Akihabara-ku?”
Otak sangat cepat mengasimilasi warna dengan penugasan. Itulah mengapa warna merupakan strategi yang sangat membantu dalam memungkinkan materi untuk diurutkan dengan cepat atau ditemukan dengan mudah. Jadi, jangan pernah memulai proyek tanpa segera menetapkan warnanya.
3. Mengarahkan Kembali Tanda
Di luar sekadar pengorganisasian, salah satu hal yang lebih rumit tentang proyek simultan adalah mengarahkan kembali ‘ruang pikiran’ Anda dari satu proyek ke proyek lain—terutama jika Anda menulis berbagai genre. Fiksi ke non-fiksi, paranormal ke karya sastra.
Rasanya sangat membingungkan ketika aku beralih dari novel tentang suksesi manusia serigala alpha ke intrik dunia politik yang suram dari tokoh utama pria dan wanita romantis.
Beberapa hal yang membantuku:
Daftar Putar Lagu
Sama seperti setiap proyek membutuhkan warna, setiap proyek juga membutuhkan daftar putar lagu … atau setidaknya theme song.
Musik adalah kendaraan yang ampuh untuk memunculkan ingatan. Hanya aroma/bau yang memunculkan ingatan lebih cepat daripada musik.
Jadi, sesuatu yang aku lakukan untuk kembali ‘ke alur’ proyek tertentu adalah dengan memutar daftar putarnya.
Papan Visi
Aku sudah telah menyebutkan ini sebelumnyaPapan visi bisa detail atau sederhana, rumit atau polos. Bisa berupa gambar yang ditempelkan pada papan poster atau file foto elektronik di ponsel Anda. Apa pun cara Anda menyusunnya, papan visi menawarkan isyarat visual yang menempatkan Anda ke dalam proyek Anda.
Apakah ada foto kafe yang menyerupai tempat karakter Anda bertukar gosip? Seorang aktor yang menyerupai pemeran utama pria atau wanita Anda? Foto pemandangan tempat cerita Anda berlangsung?
Itulah jenis gambar untuk papan visi Anda—tempat yang dapat Anda ‘kunjungi’ untuk kembali membenamkan diri dalam proyek Anda.
Dah! Itu saja yang bisa kusampaikan.
Jawa Barat, 22 April 2026










