Apakah selama ini kita masih sering iri hati atau cemburu melihat orang-orang yang tampaknya jauh lebih beruntung daripada kita? “Kok dia hoki terus, happy-go-lucky banget! Apa ‘sih rahasianya? Jangan-jangan, dia main dukun! Jangan-jangan, dia seorang nepo baby! Jangan-jangan, dia saudaraan atau bestie-nya bos!” Nah, malah kita tanpa sengaja terjatuh ke dalam dosa, menduga yang tidak-tidak!
Keberuntungan hadir bukan hanya karena takdir, nasib, keturunan, atau apapun yang selama ini sering dikira ‘udah dari sananya’, melainkan atas izin Tuhan. Tampaknya gak semua orang sama rata sama rasa, ada yang sering ketiban durian runtuh, ada juga yang jarang bahkan hampir gak pernah. Bukan karena mereka sedang sial, bukan pula karena gak hoki, melainkan hati Tuhan belum tergerak.
Bagaimana cara menggerakkan hati Tuhan? Bukan lewat hal-hal sukar. Berdoalah, bersyukurlah pada apa yang sudah dimiliki dan masih ada padamu. Lalu jangan lantas diam saja bak menunggu manna jatuh dari langit. Ora et labora, berdoa dan bekerja. Do something. Lakukan sesuatu.
Bukan seperti jadul-jadul (zaman dahulu) saat generasi X hingga Y rajin membeli lotere atau undian ala Porkas, SDSB, dan sebagainya. Bukan juga dengan jalan judi, apalagi judol! Cara memancing keberuntungan ada banyak sekali, apa satu dari sekian rumusnya? “Berilah maka kamu akan diberi, carilah maka kamu akan mendapat…” Demikian kata Tuhan Yesus dalam Injil. Berilah apa saja yang ada padamu kepada siapapun atau apapun yang datang padamu, jangan tolak mereka, jangan pelit atau kikir. Jika tidak punya makanan atau uang, berilah waktumu (untuk mendengarkan), berikanlah seulas senyum dan tawamu, kepada yang sedang sedih atau khawatir, berikanlah bahumu untuk sekadar bersandar.
Labora – ‘Lakukan sesuatu’ juga bisa berupa bersenang-senang. Suka bermain game? Penulis masih suka bermain game di sela kesibukan. Tentunya jangan saat bekerja atau mengemudi, di tengah ibadah Minggu atau kebaktian apapun. Bermainlah game yang mengasah otak dan menambah ilmu pengetahuan, tidak makan banyak waktu, serta memberikan manfaat ekstra. Meskipun game kita berhadiah atau ada imbalan, jangan lantas semata-mata bergantung dan berharap pada itu. Gak menang, belum dapat hadiahnya, masih kalah hari ini, jangan marah atau ngambek. Tuhan akan sediakan yang lain pada waktu berikutnya.
Hari ini, penulis rindu bersaksi, beberapa kali mendapatkan berkat bukan dari gaji. Ah, bagaimana mungkin? Kok bisa, apakah penulis sedang beruntung? Peruntungan horoskop hari ini bersinar terang? Gak juga. Beberapa hal yang penulis lakukan (bukan tips, juga bukan rahasia) adalah: lakukan segala sesuatu dengan senang hati, dengan suka cita, apapun itu. Jangan ada rasa terpaksa, malas, bosan, sambil menggerutu/bersungut-sungut, apalagi berkata tidak (tidak bisa, tidak mungkin, tidak mau). Kata tidak dalam arti negatif ibarat lampu yang dipadamkan, api lilin yang ditiup. Lakukan saja bahkan bila tanpa ada pengawasan, sukarela, sesuai kemampuanmu. Jadilah mindful, sadar dengan sekitar dan nikmati apa yang dilakukan.
Satu-dua hal lagi perlu dilakukan: bersabar dan memelihara pengharapan. Hari ini belum beruntung, masih ada hari esok. Esok terasa belum pasti? Lakukan saja yang terbaik hari ini. Apabila esok masih diizinkan Tuhan, selalu ada kejutan baru setiap hari. Apabila beruntung, jangan lupa bersyukur. Semua yang terjadi selalu atas izin dan rencana Tuhan, bukan karena kehebatan atau kemampuan kita.
Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.
Tangerang, 22 April 2026









