Plot hole, seperti kesalahan tata bahasa atau tipografi yang mencolok, membuat pembaca Anda keluar dari cerita.
Apa itu plot hole?
Plot hole dalam novel, film, drama, atau media cerita lainnya adalah celah (seperti yang tersirat dalam kata ‘hole’) dalam cara benang cerita terjalin.
Plot hole dapat disebabkan oleh kesalahan:
1. Konsistensi
Misalnya, ibu karakter Syauki meninggal karena sakit jantung hati di bab 1, tetapi pada bab 12 penyebabnya telah menjadi serangan tawon Afrika.
2. Kontinuitas
Misalnya, seorang karakter telah meninggalkan kota asalnya di Bab 1, namun peristiwa selanjutnya terjadi yang mengharuskan mereka untuk tetap berada di kota asalnya agar peristiwa tersebut mungkin terjadi.
3. Kontradiksi.
Misalnya, penulis menciptakan dunia dengan gravitasi yang sangat rendah, lalu menampilkan adegan yang hanya mungkin terjadi dengan gravitasi seperti di Bumi.
Jadi, bagaimana cara menghindari dan memperbaiki plot hole?
1. Buat ringkasan adegan demi adegan
Anda mungkin sudah bosan dengan perdebatan ‘penulis yang merencanakan vs penulis yang menulis secara spontan’. Apakah lebih baik membuat kerangka cerita Anda secara lengkap, atau menulis ‘secara spontan’, tanpa mengetahui sebelumnya ke mana keyboard Anda akan mengarah.
Terlepas dari metode mana yang Anda sukai, memiliki ringkasan adegan demi adegan yang singkat yang menguraikan apa yang terjadi di setiap bagian cerita Anda (dan karakter mana yang terlibat) adalah salah satu cara untuk menghindari plot hole yang besar.
Meskipun Anda tidak memulai penulisan draf dengan ringkasan adegan, Anda tetap dapat membuatnya.
Berhentilah di tempat Anda sekarang dan bacalah dari awal draf Anda, tulis ringkasan dua baris untuk setiap adegan. Sertakan:
- Lokasi setiap adegan
- Tokoh-tokoh yang terlibat dalam adegan tersebut
- Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di setiap adegan
- Informasi atau pengungkapan baru apa pun
Misalnya, Anda dapat meringkas adegan pertama novel Warlight karya Michael Ondaatje sebagai berikut:
Pada tahun 1945 di London, Nathaniel dan saudara perempuannya, Rachel, dititipkan kepada dua pria yang mungkin adalah penjahat oleh orang tua mereka ketika mereka pergi ke Singapura selama setahun karena ayah mereka dipromosikan untuk mengambil alih kantor Unilever di Asia.
2. Buat profil karakter
Mengembangkan profil karakter yang detail adalah cara lain untuk menghindari celah plot.
Ringkasan singkat untuk setiap karakter akan membantu Anda mengingat siapa yang memiliki latar belakang, tujuan, motivasi, atribut fisik, dan detail lainnya.
Setiap kali Anda menemukan karakter baru secara spontan, catat untuk membuat profilnya kalau Anda tidak ingin mengganggu alur penulisan adegan saat ini.
3. Buat ensiklopedia dunia Anda
Genre tertentu, seperti fantasi dan fiksi ilmiah, sangat rentan terhadap plot hole karena pembangunan dunia yang menjadi latar.
Salah satu cara untuk menghindari jebakan plot hole adalah dengan mengembangkan ensiklopedia dunia Anda sendiri.
Untuk setiap lokasi yang Anda ciptakan, tulis daftar singkat tempat-tempat penting di lokasi tersebut.
Di Google Docs, gunakan format header dan alat outline untuk membuat dokumen yang dapat Anda cari dengan mudah berdasarkan nama atau istilah.
Setiap kali Anda menulis bab yang berlatar di lokasi tertentu, yang perlu Anda lakukan hanyalah membaca ringkasan tentang apa yang telah Anda perkenalkan tentang elemen cerita spesifik ini sejauh ini.
4. Jangan takut untuk menyederhanakan
Seringkali plot hole terjadi karena kita menangani terlalu banyak poin plot sekaligus.
Protagonis memiliki tujuan. Pendamping memiliki tujuan mereka sendiri, ditambah ada subplot yang melibatkan paman ibu pacar saudara laki-lakinya.
(Anda mengerti maksudnya!)
Komplikasi dan penyimpangan adalah bagian dari apa yang membuat sebuah cerita menarik, peristiwa-peristiwanya tidak terduga. Namun jangan takut untuk memangkas subplot di sini, alur karakter sampingan di sana, jika ini akan membantu mengurai peristiwa yang terlalu rumit.
5. Baca dan catat
Menjadi editor yang baik berarti menjadi pembaca yang baik. Pembaca yang jeli. Jika naskah Anda menemui jalan buntu plot hole, berhenti dan baca dari awal.
Saat membaca, tanyakan:
- Apakah peristiwa dalam bab ini logis. (dapatkah saya menjelaskan mengapa setiap peristiwa terjadi dalam kaitannya dengan peristiwa sebelumnya atau yang akan datang?)
- Apakah ada hal lain dalam cerita yang bertentangan dengan adegan ini dan membuat peristiwanya membingungkan?
- Apakah fakta-fakta yang tidak berubah tentang setiap karakter tetap konstan (misalnya, latar belakang dan pilihan masa lalu, informasi yang mereka miliki dan informasi yang tidak mereka miliki)?
6. Menggabungkan celah plot ke dalam peristiwa cerita Anda
Salah satu cara alternatif untuk mendekati celah plot adalah dengan menjadikannya bagian yang disengaja dari cerita Anda.
Ini adalah perangkat umum dalam genre seperti satire. Dalam serial animasi satire fiksi ilmiah Futurama, misalnya, protagonis Philip J. Fry melakukan perjalanan kembali ke masa lalu dan secara tidak sengaja menabrak kakeknya sendiri. Fry menyadari bahwa agar tetap ada di masa depan, dia harus menjadi kakeknya sendiri.
Ini adalah contoh yang aneh tentang bagaimana celah plot dapat digunakan untuk menghasilkan ide lebih lanjut dan kejutan tak terduga untuk cerita Anda.
7. Bekerja dengan editor yang baik
Jika menemukan setiap celah plot bukanlah sesuatu yang Anda sukai, dan Anda lebih suka fokus pada cerita yang lebih luas, mintalah bantuan editor yang baik
Dalam evaluasi naskah, Anda akan mendapatkan umpan balik tentang elemen-elemen cerita seperti plot, karakter, gaya, tata bahasa, dan banyak lagi, beserta saran perbaikan dalam satu dokumen yang terstruktur dan praktis.










