Suatu malam, seorang gadis muda bernama Vindy duduk untuk menulis di buku harian rahasianya. Dia menyembunyikannya di bawah kasur selama bertahun-tahun, dan mengisi halaman-halamannya dengan semua rahasia dan keinginan terdalamnya. Namun, ketika dia mulai menulis, dia menyadari sesuatu yang aneh. Ada kata-kata di halaman itu yang belum dia tulis. Kata-kata itu ditulis dengan tulisan tangannya sendiri, tetapi dia tidak ingat pernah menuliskannya di sana.
Awalnya, Vindy menganggapnya sebagai kesalahan. Dia berasumsi dia tidak sengaja menulis sesuatu saat tidur, atau mungkin penanya tergelincir ketikad ia melamun. Namun, seiring berjalannya waktu, bagian-bagian aneh itu terus muncul di buku hariannya. Bagian-bagian itu seolah meramalkan masa depan, atau setidaknya menggambarkan peristiwa yang telah terjadi.
Vindy menjadi semakin paranoid, yakin bahwa seseorang sedang memata-matainya dan menulis di buku hariannya. Dia selalu menguncinya, tetapi entah bagaimana tulisan aneh itu terus muncul. Dia bahkan sampai memindahkan buku harian itu ke tempat persembunyian baru, tetapi tidak ada bedanya.
Bulan demi bulan berlalu, kesehatan mental Vindy mulai memburuk. Dia yakin bahwa dirinya sedang diawasi dan dikendalikan oleh suatu kekuatan tak dikenal. Dia berhenti keluar rumah, dan akhirnya berhenti menulis buku hariannya sama sekali.
Bertahun-tahun kemudian, buku harian Vindy yang telah meninggal ditemukan, mengungkapkan lebih banyak lagi catatan yang mengerikan dan samar daripada sebelumnya. Orang tuanya yang berduka terkejut ketika mengetahui bahwa halaman-halaman buku harian itu, setelah tanggal kematiannya, dipenuhi dengan renungan mengerikan Vindy tentang akhirat, menggambarkan kengerian yang tak terlukiskan di balik kematian.
1 Oktober 2025











