Senja rebah di penghujung dusun yang sunyi, sepi, diam, dan sayu
Berpadu cakrawala berlumur jingga yang layu dan awan rindu
Cahaya terakhir luruh perlahan-lahan Menyentuh bumbung yang muram
Angin bertiup gundah gelisah
Membawa sisa kabar yang patah
Seorang anak dara yang menyimpan rahasia di sebalik matanya berjalan tanpa langkah yang pasti di sebuah jalanan lengang dan sepi
Rintik-rintik gerimis mengalir lembut di dalam dadanya bergema bersama seruan takdir yang terdengar tak begitu jelas
Anak dara itu berhenti sebentar di pinggir jalan
Bersimpuh dan mendahkan tangan
Bermunajat memohon jawaban pada Sang Penulis Garis Nasib
Adakah rasa yang bersemi di dada hanya singgah sebentar sekadar bayang yang melayang,
Atau kisah yang terpatri di Lauhul Mahfuz sebagai pasangan jiwa yang hakiki.







