Home / Fiksi / Humor / Penyihir

Penyihir

Penyihir

“Makan apelnya. Apelnya manis,” kata penyihir tua itu.

Gadis muda itu memakan apel itu. Dia memelototi si penyihir dengan menantang dan berteriak.

“Serang!”

Dari hutan, tujuh bayangan kecil menerkam penyihir jahat itu. Serangannya ganas dan hampir berakibat fatal. Gadis muda itu memberi isyarat, dan bayangan-bayangan itu menghilang.

Dia mendekat dan melempar apel itu.

“Sekarang kamu tahu siapa penyihir terbesar di hutan.”

8 Agustus 2025

Penulis

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Antologi KompaK’O

Random image