Ketahuilah, hari ini budi telah mati
Ia ditemukan tewas terkubur diam-diam
Pada rimba kejahatan paling pekat
Di mana lidah pun sanggup menjelma pedang
Menebas menerabas tanpa batas
Di rimba ini pula terkadang lidah berubah kobaran api
Menyala membakar habis
Hangus hingga ke puing
Air susu dibalas air tuba
Kebaikan jadi sebab orang layak dicela
Dicaci
Dikhianati
Ketahuilah, hari ini dan di rimba inilah
Budi mungkin telah lama mati
Tanpa perlu dicari, siapa yang tega menguburnya
Cukup kau tanyakan siapa yang telah menanam budi
Maka tentu semua akan mengacungkan jari
Menunjuk diri paling berbudi
-
Nurul Huzaimah, seorang perempuan yang menyukai membaca dan menulis. Sebagai seorang perempuan Madura, dia sangat bersyukur karena lahir, tumbuh dan menjadi dewasa dalam suasana religiusitas di Madura. Suatu hal yang berperan paling besar dalam membentuk kepribadian dan memberi warna pada setiap tulisannya.
Menulis sebagai upaya menghidupkan hati dan melestarikan pemikiran, adalah motto bagi ibu dua anak ini. Memutuskan kembali menekuni dunia literasi pada akhir 2020 silam, perempuan yang menjadikan membaca sebagai kebutuhan dasar ini tidak pernah berhenti berusaha menggoreskan pena. Sudah menerbitkan belasan karya solo dan belasan antologi.
Seorang pemikir yang juga memiliki impian menjadi ahli ilmu dan ahli dzikir, penikmat kopi ini bisa ditemui di email nurulhuzaima2@gmail.com atau telepon di 0856-0700-1785. Siapkan saja kopimu, dan mulailah mengobrol.
2 Komentar
👍🏻
Supeer!