diam-diam aku menatapmu
dalam sunyi yang tak pernah engkau tahu
tak ada kata,
hanya denyut yang berdialek pada bibirmu
diam-diam wajahmu menawan hatiku
tanpa kau sadari dalam hening kalimat
di tengah diksi yang membisu,
mengusik rasa berselimut lelap
seperti malam yang terbebas dari suara gaduh
hati ini mengunci paras dan keanggunanmu
menuju dalamnya sorot matamu,
pada ruang yang berbilik teduh
manakala pandanganku beradu dengan wajahmu,
mataku berbinar lirih seperti desir angin yang bertiup
tertawan pada rasa yang syahdu,
menggaris aksara bernama cinta
Tangerang, 2025











