Di tengah gemuruh hati yang bergejolak,
Aku menatap Al-Aqsa dengan perasaan remuk redam.
Tubuh-tubuh yang tak bernyawa, tergeletak kaku di antara reruntuhan yang ditembak rudal-rudal congkak.
Nyawa-nyawa manusia dianggap barang rongsok oleh kaum zionis laknatullah
Mereka bukan mencabut nyawa lagi, melainkan memusnahkan massal.
Aku hanya bisa terdiam, mematung.
Melihat saudara-saudara seiman dibantai secara kejam dari layar kaca.
Apa yang tengah terjadi bukanlah sebuah pertempuran, melainkan pengambilan paksa kedaulatan pribumi.
Lalu, tanpa mampu berbuat banyak, aku hanya bisa mengutuk dan memendam amarah kepada zionis.
Seandainya jika aku diberi kemampuan untuk bertempur, maka aku akan mengunyah nyawa mereka, sebagaimana yang telah dilakukan oleh leluhurku.
Atau paling tidak, aku akan mengunci langkah mereka agar tidak menginjakkan kaki ke tanah yang diberkahi itu.
Sebab, berbelas kasih terhadap orang-orang yang zalim, sama saja dengan mengkhianati orang-orang yang lemah.
Tangerang, 19 Desember 2025









