Angin malam berdesir perlahan Mengusap lembut sisa ingatan
Membisikkan namamu dalam keheningan
Sinar redup gemintang seakan turut mengingatkan
Tentang denyut langkah kita yang pernah terjejakkan
Wahai Engkau yang pernah menjadi teman baikku
Bagaimana kabarmu ?
Adakah tersimpan dalam benakmu kisah-kisah waktu dulu
Saat kita sama-sama mulai menyusun mimpi dalam pagi yang naif dan lugu
Di sini aku selalu memanjatkan doa
Semoga takdir mengalirkan cahaya terang pada jalan yang sedang kita lalui bersama nyala api yang dulu sama-sama kita kobarkan menuju puncak pencapaian
Kelak pada suatu hari nanti aku akan mengirimkan kabar
Tentang rindu yang tak pernah padam
Bagiku, namamu adalah sebuah keabadian yang selalu hidup dalam relung kenangan











