Wahai Pembaca yang Budiman dan Budiwati,
Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada KompaK’O, komunitas penulis yang membersamaiku selama bertahun-tahun dengan berbagi inspirasi dan menjaga semangat untuk terus berliterasi.
Merupakan kebahagiaan dan kebanggaan yang tak terukur bisa bergabung bersama orang-orang hebat yang telah menginspirasiku untuk terus belajar, berani melangkah keluar dari zona nyamanku, menghibur di kala sulitku, dan bersama-sama membangun komunitas kepenulisan yang sehat, tanpa ada yang merasa lebih dari yang lain. Kami semua sensei dan kami semua cantrik untuk satu sama lain.
Aku belajar dari kalian bagaimana menulis 5 – 6 novel setidaknya masing-masing minimal 1000 kata satu bab setiap harinya dari kalian pendekar cerbung panjang yang telah menulis jutaan kata di banyak platform menulis online. Kalian membuka jalanku untuk menulis di banyak wilayah yang awalnya kuanggap sangat menakutkan.
Aku sangat, sangat, sangat berterima kasih untuk itu.
Para pakar Nonfiksi mengajariku bagaimana mengemukakan opini pribadi, menulis esai setelah mengolah data dan fakta, bahkan resensi yang sebelumnya tak begitu aku suka.
Kalian para penenun kata menjadi lirik bermakna, mengajariku untuk terus berpuisi, yang meskipun kelahiranku sebagai penulis bermula dari bait lirik dan syair, tapi nyaris kulupakan bagaimananya.
Kalian mengajariku untuk tetap humble. Membumi. Rendah hati. Tidak congkak dan tidak sombong, disayangi handai dan tolan. Rajin menabung dan bangun pagi, tak lupa menggosok gusi serta membersihkan tempat tidurku.
Tahun sebelumnya, bersama-sama, kita KompaK’O menerbitkan Lelaki yang Menjinakkan Naga (Kumpulan Cerpen tentang Imlek), My One & Only (Kumpulan Cerpen Valentine), Kejutan Terindah di Hari Kemenangan (Antologi Cerita Anak), Ini Puisi? (Antologi Puisi Mbeling), dan beberapa Antologi Pantun hasil dari event bertajuk Opera Pantun, yaitu: 1. Madura dalam Pantun (Nurul Huzaimah), 2. Galeri Pantun (Alan Reis), 3. Pantun Santun (Wijatmoko Bintoro Sambodo), 4. Suluh Damar (El Lazuardi), 5. Sebait Pendar Layar (Latifah Hardiyatni), 6. Pantun Slenco (Danu Supriyati), 7. Pantun Nusantara (Fidèlé Amour), 8. Parikan Mbeling (Tari Abdullah).
Event ini masih menyisakan beberapa yang belum diterbitkan, yaitu 9. Cinta Monyet Dunia Maya (Wiselovehope), 10. Babad Republik Sewidak Loro (Ikhwanul Halim), 11. Rujak Cingur Tahu Campur (Vi Vone), dan Parade Pantun (Yang Terbaik).
Untuk tahun 2024, KompaK’O telah berhasil melahirkan 3 (TIGA) buku antologi menulis bareng: 1. Kuntilanak Valentine (Mengulik Kisah Mbak Kunti, Hantu Paling Populer di Indonesia), 2. Berburu Hantu (Antologi Horor edisi Halloween), dan Pachelbel Canon in D dengan Sup Jamur (Kumpulan Cerpen Kuliner).
Oh, kawan-kawanku, kalian memang juaranya!
***
Eh, aku belum menceritakan sejarah kelahiran KompaK’O, ya?
Adalah rasam para penulis untuk berkelompok. Kita awalnya berada di kelompok masing-masing, dengan ego pribadi dan kelompok, yang beririsan satu sama lain di beberapa kelompok yang berbeda. Utamanya kita saling berkenalan di dua platform yang menjadi dasar pembentukan komunitas kita, yaitu Kompasiana dan Opinia. Tapi Opinia-lah yang menjadi media kita menuangkan rasa, karya, dan karsa. Meski kita mungkin lebih dulu saling kenal di media yang berbeda, tapi Opinia yang merupakan wadah teman membawa teman dan membawa lebih banyak teman, sehingga terbentuklah KompaK’O sampai sekarang.
***
Teman-teman KompaK’O yang sudah kuanggap bagai keluarga sendiri.
Tentu saja ada yang tidak suka dengan kekompakan kita. Tapi bak kata pepatah, “Anjing menggonggong, biarin aja.”
Namanya juga anjing. Kalau mengembik Shaun the Sheep.
Oke. Aku masih harus mengejar beberapa bab novel platform online untuk deadline besok. Berapa bab? Ratusan!
Sampai jumpa tahun depan!
Jawa Barat, 31 Desember 2024











3 Komentar
Sambutan hangat, sembari ngemil ujung pena, ditemani kopi dingin, dan mata 5 watt yang dipaksa terbuka untuk selesaikan kewajiban jumkat.
Masih ragu gabung dengan Kompako, Guys? Yakin masih mikir seribu kali demi ‘jangan-jangan’ yang tidak jelas? Asal tahu saja, Kompako itu asyik. Kita bisa belajar apa saja, terutama menulis dengan pakar yang tidak kaleng-kaleng. Perlu bukti? Buku-buku saya terbit berkat gemblengan para sohib di Kompako, jelas bermutu dan ber-ISBN. 😁✌️
Terima kasih juga sudah mewadahi kami semua plus terima kasih juga pada Pimedia Publishing yang sudah menjadi penerbit yang selalu amanah dengan pilihan buku-buku bermutu.