Home / Fiksi / Puisi / Padi-Padi yang Berguguran

Padi-Padi yang Berguguran

Padi-padi yang Berguguran
1

Tanah yang berpetak-petak
Retak bersama tangisan para petani
Jalan irigasinya semakin buntu; terjebak
Terhalang tembok-tembok tebal tak bernurani

Harga pupuk semakin meninggi bersama para penimbun yang menari-nari
Sementara yang mengurus sawah menangis pilu
Lahan-lahan perlahan tergerus oleh ambisi
Sumber pangan semakin sempit dan kurang bermutu

Para pemangku jabatan tak acuh; duduk nyaman di atas kursi yang empuk
Seolah tuli oleh jeritan mereka; tersumbat kapas yang bisa melagu
Tak ubahnya kerbau yang sudah diberi rumput berbumbu gurih namun busuk
Menikmatinya dengan santai tanpa memakai hati dan rasa malu

Bila wewaris sawah semakin menipis dan habis
Bisakah negeri ini mempertahankan gelar swasembada pangan?
Keberadaannya terusir oleh erosi kemajuan zaman yang mengikis
Akibat elite negara yang hanya mementingkan keuntungan

Sungguh kasihan para petani
Perannya semakin termutilasi
Padahal perjuangannya dari pagi hingga sore hari
Menghidupi semesta penuh semangat dan keteguhan hati


Purwakarta, 10 Maret 2026

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image