Aku ibarat sebatang pensil
Jejaknya bukan harta dunia
Yang susah-payah dicari seumur hidup, mampu habis dalam sekejap mata
Bukan uang atau emas perak, intan permata
Melainkan ‘hanya’ kata-kata
Seringkali tak terbaca, cuma-cuma adanya
Ucap lisanku, dendang suaraku, gurat tangan atau ketik tulisanku,
Meskipun masih sering salah, bahkan pernah penuh amarah, mohon maafkanlah
Setiap hari tutur lisan penuh kekurangan, terus kucoba ubah
Suaraku masih jauh dari merdu,
Akan tetapi kuharap bisa sekadar menyentuh kalbu
Aku ibarat sebatang pensil
Apa saja bisa kulakukan dan kukatakan, selama masih dimampukan Tuhan
Apa saja aspirasi kutuliskan, sepanjang mata dan jari-jemari masih kuat sehat,
Semua talenta yang dititipkan padaku, sesungguhnya bukan milikku, bukan karena kuat hebatku,
Melainkan semata-mata karunia dari-Nya
Aku hanyalah sebatang pensil kecil dalam tangan-Nya
Kisah hidupku Dia sajalah yang tuliskan
Hingga tiada mampu lagi digenggam tangan,
Biarlah jejak kataku memuliakan nama-Nya
Anda ibarat sebatang pensil
Apa saja kisah Anda hari ini?
Tangerang, 28 April 2025
Wiselovehope











