Mungkin sebagian teman-teman sering bertanya-tanya mengapa orang Kristen sering sekali bernyanyi dan atau berdoa, dalam keadaan apapun dan di manapun. Kok bisa? Biarpun suara masih fals alias cempreng, hati sedih lemah letih lesu, yang penting nyanyi. Doa dalam hati, di mana aja jadi. “Heran, ya,” mungkin itu kata Anda juga, “Apa ‘sih pentingnya bernyanyi dan berdoa? Bukannya buang-buang waktu aja?” Atau malah timbul prasangka negatif, “Ah, sok alim!”
Terus terang, penulis juga bukan orang yang paling rajin atau sering bernyanyi dan berdoa. Sering lupa; makan ya makan aja, lupa berdoa sebelum makan. Sering lupa lirik lagu, nyanyi lagu rohani juga pas mau aja. Akan tetapi dalam hati, dalam pikiran, sesungguhnya selalu terucap doa.
Inilah beberapa fakta indah tentang doa dan nyanyian pujian.
- Doa bukan hanya sekadar kewajiban agama dan bentuk komunikasi dengan Tuhan. Doa adalah napas hidup orang percaya. Mengapa doa sering diibaratkan sebagai napas? Karena dalam ajaran Kristen, tubuh manusia adalah Bait Allah. Karena tubuh perlu bernapas agar tetap hidup, kita berkomunikasi dengan doa dalam tiap hela-embus napas kita. Berdoalah ibarat bernapas, dengan tiada putus-putusnya. Bukan ibarat merapal ajian atau mantra, melainkan cukup mengingat nama Tuhan, lakukan apa saja kegiatanmu, keluar-masukmu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
- Dengan sering-sering berdoa, meskipun hanya dalam hati dan singkat-singkat saja, Tuhan Yang Maha Mengetahui mengafirmasi iman dan harapan kita. Bukan dengan jawaban instan seperti dalam humor, film atau novel-novel, terdengar suara-Nya menggelegar dari langit atau Dia langsung setuju, sekejap doa terkabul ibarat sulap-sihir, melainkan Dia mendengarkan, mempertimbangkan kemudian melaksanakan kehendak-Nya, sesuai rencana-Nya. Itulah sebabnya doa kadang dijawab-Nya lama sekali, seakan-akan tidak dipedulikan, seakan-akan kita hanya bermonolog. Doa juga tidak selalu terkabul sesuai apa mau kita, melainkan sesuai apa mau-Nya. Waktu Tuhan juga bukan waktu kita. Apa yang terasa lama bagi kita, sangat cepat di mata-Nya.
- Nyanyian pujian atau lagu rohani bukan hanya dilantunkan dalam ibadat-kebaktian di gereja saja, melainkan bisa di mana saja. Bukan untuk didendangkan ramai-ramai atau keras-keras juga, melainkan bisa dilakukan di rumah atau di kamar saja. Juga bukan untuk sekadar hiburan, melainkan sesuai namanya, memuji-memuliakan nama Tuhan. Ada kuasa luar biasa dalam pujian. Bukan kualitas suara Anda yang dinilai Tuhan, melainkan ketulusan hati Anda saat menyanyikannya. Selain memuji Tuhan, Anda turut mengundang hadirat-Nya bersama Anda. Itulah sebabnya kuasa-kuasa jahat tak berani mengusik Anda, ‘penguasa di udara’ gemetar mendengarkan puji-pujian Anda. Nyanyian juga menyadarkan kita banyak hal; berkat penyertaan Tuhan, apa saja telah terjadi dalam hidup, dan masih banyak lagi.
Kesimpulan: Berdoalah, tidak perlu show-off atau menunggu ‘nanti-nanti saja di gereja’. Bahkan kalimat doa paling singkat dalam hati, “Tuhan, tolong!” saja, bahkan setetes air mata berlinang di pipi saja, sangat berharga bagi-Nya. Bernyanyilah untuk-Nya, tidak perlu malu-malu atau khawatir pada kualitas suara Anda atau apa tanggapan orang lain. Tentunya tidak di sembarang tempat. Nyanyian pujian memiliki kuasa luar biasa, begitu pula doa-doa Anda. Imani, resapi, hayati, panjatkan dengan sungguh-sungguh. Alamilah kuasa-Nya.
Semoga bermanfaat dan Tuhan memberkati.
Tangerang, 29 April 2025
Wiselovehope











