Home / Fiksi / Puisi / Tak Selalu Puitis

Tak Selalu Puitis

Tak Selalu Puitis (Open Universities Australia)
2

Tak selalu puitis
Indah mendayu, lembut manis
Puisi bisa tajam, terkadang kejam
Kata-katanya mengiris dan menghunjam
Hitam kelam, suram muram

Puisi tak selalu indah bercahaya
Kata-katanya bak racun berbahaya
Isinya bukan puja-puji untuk raja-raja
Lebih berat-keras daripada baja
Ungkap ratap derita hamba sahaya
Habis sudah segala daya
Seakan sia-sia susah payah berupaya

Puisi tak selalu patuh berima
Bukan harmoni indah penuh irama
Tak sehangat pelukan mama
Kadang dingin penuh dilema

Puisi ibarat peti terpendam penuh harta
Berlaksa maknanya tiada tara
Meski hanya deretan huruf dan kata-kata
Sepi pembaca walau lama tertera
Cuma-cuma setia menanti satu dua mata
Saat dibuka, bercahaya bagai pelita

Tangerang, 23 Mei 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Putri Pewaris Mafia: Bab 19

Putri Pewaris Mafia: Bab 19

Tak Sepenuhnya Sadar

Tak Sepenuhnya Sadar

10. Dendam Poseidon dan Ketenangan Alexandria

10. Dendam Poseidon dan Ketenangan Alexandria

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 27

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 27

Cinde Lara: Bab 26

Cinde Lara: Bab 26

Antologi KompaK’O

Random image