Tak selalu puitis
Indah mendayu, lembut manis
Puisi bisa tajam, terkadang kejam
Kata-katanya mengiris dan menghunjam
Hitam kelam, suram muram
Puisi tak selalu indah bercahaya
Kata-katanya bak racun berbahaya
Isinya bukan puja-puji untuk raja-raja
Lebih berat-keras daripada baja
Ungkap ratap derita hamba sahaya
Habis sudah segala daya
Seakan sia-sia susah payah berupaya
Puisi tak selalu patuh berima
Bukan harmoni indah penuh irama
Tak sehangat pelukan mama
Kadang dingin penuh dilema
Puisi ibarat peti terpendam penuh harta
Berlaksa maknanya tiada tara
Meski hanya deretan huruf dan kata-kata
Sepi pembaca walau lama tertera
Cuma-cuma setia menanti satu dua mata
Saat dibuka, bercahaya bagai pelita
Tangerang, 23 Mei 2025











