Ini bukan bau kopi memberontak keluar dari gelas takar
liar menguar lewat kepul mengular
ini aroma bunga kopi dari tangkai-tangkai
bertudung dedaunan hijau
disepuh kabut pagi
di sini hidung mengindera
situasi serupa entah bilangan waktu berapa
hanya satu
mengingatkanku pada ibu
kala mainanku adalah tanah, debu, dan kolam ikan
sarang laba-laba yang mengajarkan pantang menyerah
pergulatan dengan kakak kelas di sekolah
jarang mengantongi uang jajan sebelum tahu arti kemiskinan
dongeng fabel pada tiap malam tenteram
dan sebuah episode yang memaksaku untuk rindu bapak
semuanya tak kujumpai di perantauan metropolitan
segalanya kini disita sang senja
menjeda untuk kami membuka-buka album
agar nanti kita tutup dengan segaris senyum rela
setiap cerita menandangi intiha
Bogor, 24 Agustus 25 (23.16)












Satu Komentar
Bahasanya ringan tapi sarat makna.. seperti diajak berpetualang ke masa lalu.. ada kenangan..ada kasih sayang, terpatri dalam ingatan.. damai…