Home / Fiksi / Memoar Tak Beraksara

Memoar Tak Beraksara

Memoar Tak Beraksara
2

Ini bukan bau kopi memberontak keluar dari gelas takar
liar menguar lewat kepul mengular
ini aroma bunga kopi dari tangkai-tangkai
bertudung dedaunan hijau
disepuh kabut pagi

di sini hidung mengindera
situasi serupa entah bilangan waktu berapa
hanya satu
mengingatkanku pada ibu
kala mainanku adalah tanah, debu, dan kolam ikan
sarang laba-laba yang mengajarkan pantang menyerah
pergulatan dengan kakak kelas di sekolah
jarang mengantongi uang jajan sebelum tahu arti kemiskinan
dongeng fabel pada tiap malam tenteram
dan sebuah episode yang memaksaku untuk rindu bapak

semuanya tak kujumpai di perantauan metropolitan
segalanya kini disita sang senja
menjeda untuk kami membuka-buka album
agar nanti kita tutup dengan segaris senyum rela
setiap cerita menandangi intiha

Bogor, 24 Agustus 25 (23.16)

Penulis

  • Wijatmoko Bintoro S

    Wijatmoko berasal dari Magelang yang merantau dan menjadi penduduk Tanjung Priok, Jakarta Utara. Wijatmoko telah membuahkan sepuluh buku karya tunggal bergenre prosa, puisi, dan pantun. Beberapa tulisannya sempat tersimpan di sebuah blog pribadinya yang gagal dimasuki karena dia kehilangan kuncinya.

Satu Komentar

  • Bahasanya ringan tapi sarat makna.. seperti diajak berpetualang ke masa lalu.. ada kenangan..ada kasih sayang, terpatri dalam ingatan.. damai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image