Home / Fiksi / Puisi / Luka

Luka

Luka

Luka

Mengapa kita tak mau
Belajar dari masa lalu
Dan membiarkan luka itu
Kembali merobek waktu?


1
Api kembali membara
Membakar apa saja
Berkobar di mana-mana
Panasnya tak terkira

Lidah api memerah
Menjilat-jilat ke segala arah
Semua tersulut oleh amarah
Sumpah serapah pun tumpah

Orang- orang berlari-lari
Membawa segala rasa ngeri
Apakah rasa sayang telah mati
Adakah setetes air ‘tuk padamkan api?

2
Terbayang berpuluh-puluh tahun lalu
Api pun meluluhlantakkan kalbu
Tersulut oleh angkuhnya tirani
Yang mengagungkan kuasa diri

Mereka begitu pongah
Mereka sangat serakah
Memicu luapan amarah
Langit pun menjadi merah darah

Harta benda dijarah semaunya
Toko dan mal dibakar oleh masa
Tak ada yang mau mencegahnya
Tiada yang mampu menghentikannya

3
Luka itu kini terbuka kembali
Menyayat setiap anak negeri
Akankah kita membiarkan diri
Hangus oleh semburan dewa agni?

Tatap-tatap mata merah
Darah setiap saat bisa tumpah
Massa datang bergelombang
Inginkan angkara murka tumbang

Semua mata mengarah kepadanya
Maki-makian tertuju kepadanya
Bara-bara api siap dikobarkan
Tumbangkan segala kepongahan

4
Luka hati kembali terbuka
Meninggalkan sejuta duka lara
Sorot matamu penuh amarah
Menusuk hati terasa amat pedih

Pada waktu yang lalu
Engkau merobek hatiku
Membiarkanku dalam beku
Jiwaku layaknya terhujam sembilu

Kini engkau kembali
Menorehkan luka di hati
Bukan dengan pisau belati
Tapi oleh bayanganmu yang menari-nari

Senyum di bibirmu adalah luka
Tatap sendu matamu adalah duka
Lenggak-lenggokmu adalah nestapa
Sudah pasti bagiku tentu saja!

Mungkinkah aku menutup luka
Yang selalu sesakkan dada
Dengan mendekap sekuntum bunga
Dan memandang purnama di angkasa?

5
Perih sangat terasa
Tersebab oleh dalamnya luka
Menuruti sifat jumawa
Anak kandung Sang Rahwana

Pedih amat kurasa
Kalbu begitu nelangsa
Kekasih pergi entah kemana
Tinggalkan rasa rindu tiada terkira

Barangkali ini keliru
Menyimpan dendam masa lalu
Mungkin saja aku yang keliru
Membiarkan hati selalu merindu

Ke mana hati nan luka
Harus kubawa untuk dapatkan obatnya
Di mana hati yang membara
Harus kumusnahkan untuk selamanya?

Siapakah yang mampu obati luka
Siapakah yang bisa padamkan bara
Siapakah yang dapat kupercaya
Hilangkan semua yang kurasa?


Negeri ini teramat berharga
Ibu Pertiwi tak boleh berduka
Tak selayaknya hati tersakiti
Oleh rasa cinta yang sejati


Jkt, 090925

#puisipanjang




Penulis

  • Mas Sam

    Seorang guru yang hobi baca dan suka nulis.

    Menamatkan pendidikan di IKIP Negeri Yogyakarta dan berprofesi sebagai guru sejak 1996 sampai sekarang.

    Tulisannya dapat dibaca di platform kompasiana.com dan opinia.id.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image