Luka
Mengapa kita tak mau
Belajar dari masa lalu
Dan membiarkan luka itu
Kembali merobek waktu?
…
1
Api kembali membara
Membakar apa saja
Berkobar di mana-mana
Panasnya tak terkira
Lidah api memerah
Menjilat-jilat ke segala arah
Semua tersulut oleh amarah
Sumpah serapah pun tumpah
Orang- orang berlari-lari
Membawa segala rasa ngeri
Apakah rasa sayang telah mati
Adakah setetes air ‘tuk padamkan api?
2
Terbayang berpuluh-puluh tahun lalu
Api pun meluluhlantakkan kalbu
Tersulut oleh angkuhnya tirani
Yang mengagungkan kuasa diri
Mereka begitu pongah
Mereka sangat serakah
Memicu luapan amarah
Langit pun menjadi merah darah
Harta benda dijarah semaunya
Toko dan mal dibakar oleh masa
Tak ada yang mau mencegahnya
Tiada yang mampu menghentikannya
3
Luka itu kini terbuka kembali
Menyayat setiap anak negeri
Akankah kita membiarkan diri
Hangus oleh semburan dewa agni?
Tatap-tatap mata merah
Darah setiap saat bisa tumpah
Massa datang bergelombang
Inginkan angkara murka tumbang
Semua mata mengarah kepadanya
Maki-makian tertuju kepadanya
Bara-bara api siap dikobarkan
Tumbangkan segala kepongahan
4
Luka hati kembali terbuka
Meninggalkan sejuta duka lara
Sorot matamu penuh amarah
Menusuk hati terasa amat pedih
Pada waktu yang lalu
Engkau merobek hatiku
Membiarkanku dalam beku
Jiwaku layaknya terhujam sembilu
Kini engkau kembali
Menorehkan luka di hati
Bukan dengan pisau belati
Tapi oleh bayanganmu yang menari-nari
Senyum di bibirmu adalah luka
Tatap sendu matamu adalah duka
Lenggak-lenggokmu adalah nestapa
Sudah pasti bagiku tentu saja!
Mungkinkah aku menutup luka
Yang selalu sesakkan dada
Dengan mendekap sekuntum bunga
Dan memandang purnama di angkasa?
5
Perih sangat terasa
Tersebab oleh dalamnya luka
Menuruti sifat jumawa
Anak kandung Sang Rahwana
Pedih amat kurasa
Kalbu begitu nelangsa
Kekasih pergi entah kemana
Tinggalkan rasa rindu tiada terkira
Barangkali ini keliru
Menyimpan dendam masa lalu
Mungkin saja aku yang keliru
Membiarkan hati selalu merindu
Ke mana hati nan luka
Harus kubawa untuk dapatkan obatnya
Di mana hati yang membara
Harus kumusnahkan untuk selamanya?
Siapakah yang mampu obati luka
Siapakah yang bisa padamkan bara
Siapakah yang dapat kupercaya
Hilangkan semua yang kurasa?
…
Negeri ini teramat berharga
Ibu Pertiwi tak boleh berduka
Tak selayaknya hati tersakiti
Oleh rasa cinta yang sejati
Jkt, 090925
#puisipanjang

Tag:puisi panjang










