Home / Fiksi / Puisi / Relawan Pembesar

Relawan Pembesar

1

Maafkan puisiku menggelitik
meretas saraf amarah pendukung fanatik
lakon-lakon utama teater politik

negeri ini melimpah ruah cendekiawan
bijak berperi pun berbudi pekerti
serasi melilitkan dasi
narasi tentu merdu dalam orasi
selaras segala manifestasi

sayangnya negeri kini teramat lugu
bermain-main dengan boneka lucu
menjadi perisai para berandalan
badut sebagai andalan

apakah kita rela sepolos ini
menjabat posisi relawan tanpa pamrih
tampuk tinggi pemeran utama raih
ragam kenikmatan sebanyak buih
sedangkan kening kita masih perih
sebab teramat lama mengernyitkan dahi
memikirkan rumus penyelesaian hutang-piutang,
garam yang habis,
anak yang menangis,
cibiran tetangga yang sinis

sayangnya negeri ini terlalu lugu
seorang lakon berseru ke semua penjuru:
menangkan kembali ketika pemilu!
sementara baru kemarin lusa menyandang jas baru
ah… ya
panggung sandiwara begitu kentara
berebut kuasa dan takhta
ia kurang cakap memilih kata

sayangnya negeri ini terlalu lugu
rakyat jelata banyak berkorban jiwa raga
asalkan amplop diterima
asalkan dapat membeli kopi dan gula

Bogor, 25 September 2025
Wijatmoko Bintoro Sambodo

Penulis

  • Wijatmoko Bintoro S

    Wijatmoko berasal dari Magelang yang merantau dan menjadi penduduk Tanjung Priok, Jakarta Utara. Wijatmoko telah membuahkan sepuluh buku karya tunggal bergenre prosa, puisi, dan pantun. Beberapa tulisannya sempat tersimpan di sebuah blog pribadinya yang gagal dimasuki karena dia kehilangan kuncinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Ibu ke Mana?

Ibu ke Mana?

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Diam

Diam

Bab 13. Serangan (Part 2)

Bab 13. Serangan (Part 2)

Cinde Lara: Bab 27

Cinde Lara: Bab 27

Antologi KompaK’O

Random image