Beranda / Fiksi / Puisi / Kala Itu di Palestina

Kala Itu di Palestina

Kala Itu di Palestina
1

Sebelum keturunan Theodor Herzl* menginjakkan kaki dengan songarnya
Negeri itu bak surga berdaulat
Kota-kota tersusun rapi berseri dengan indahnya

Baitul Maqdis nampak megah berwibawa
Kendaraan mewah lalu lalang saling menyapa ramah di jalanan
Bangunan berdiri kokoh dan jalan-jalan tertata
Rumah sakit begitu cantik bersinar dan maksum

Negeri itu menjadi negeri sarat literasi
Para penduduknya bertamadun penuh cahaya
Di bawah naungan Islam, Palestina menjadi surganya pengetahuan
Guru-guru dan murid-muridnya melantaskan ilmu dengan harmoni

Komunitas minor yahudi terjaga penuh rahmat,
Tak ada intervensi barang secuil pun
Arsitektur khas utsmaniyah terlihat anggun, Menambah keindahan pada sudut kota

Negeri itu paling berseka,
Menggalas Nabulsi Shahin dari kilangnya
Menebarkan wanginya pada 22 negara

Seluruh negeri menikmati kejayaan dan keramahan Palestina
Melancong dengan pesawat kencang kepadanya
Bak surga yang t’lah tertampak ke dunia

Lorong-lorong kota lama Baitul Maqdis begitu apik; licin benderang
Pemandangan pantai yang asri bersimetris dengan hunian eksotis
Taman-taman kota yang memancarkan pancuran air
Semampai menyejukkan mata dan jiwa

Koin dan perangko bertutur kepada pemiliknya dengan santun
Memenuhi kehendak tuannya yang berbudi


Tangerang, Oktober 2025
——————————————————————

*) ¹. Anak buah Theodor Herzl datang ke Palestina pada tahun 1948, dan menjadi titik awal kekacauan di sana.
². Puisi ini berdasarkan postingan Dr. Walid Hakim yang di posting berulang-ulang oleh berbagai akun Facebook. Dr. Walid Hakim adalah seorang pendakwah muslim dari Kanada yang sudah melanglang buana ke 100 Negara.

Penulis

Tag:

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *