Home / Genre / Misteri / BFF

BFF

BFF (2)
1

Syauki punya dua sahabat, teman khayalan.

Atau begitulah yang dipikirkannya. Keduanya adalah makhluk aneh dan mengerikan dengan fitur wajah yang berlebihan dan warna-warna mencolok. Salah satunya adalah monster besar berbulu merah cerah dan bergigi tajam, sementara yang lainnya adalah makhluk ramping seperti ular dengan sisik hijau pucat.

Seingat Syauki, dia mempunyai teman-teman khayalan ini sejak lama. Mereka tidak pernah muncul bersamaan dan selalu memaksanya untuk mengikuti saran dan rekomendasi mereka. Awalnya, Syauki merasa obrolan mereka yang terus-menerus itu lucu, tetapi seiring bertambahnya usia, obrolan itu menjadi semakin menindas.

Monster merah itu bernama Geni, dan dia selalu mendorong Syauki untuk bersikap agresif dan tegas. Dia mendorong Syauki untuk membela diri dan melawan siapa pun yang menyakitinya.

Monster hijau, di sisi lain, bernama Nagin, dan sia mengambil pendekatan yang lebih jahat. DIa mendesak Syauki untuk bersikap licik dan manipulatif, menggunakan akalnya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Meskipun mereka terus-menerus bertengkar, Syauki merasa Geni dan Nagin lebih dari sekadar teman khayalan. Ada sesuatu yang jahat dalam diri mereka, sesuatu yang membuatnya gelisah. Dia mulai takut saat-saat mereka akan muncul, tak pernah tahu siapa yang akan muncul atau apa yang akan mereka katakan.

Suatu hari, Syauki sudah muak.Dia memutuskan untuk menghadapi Geni dan Nagin dan menuntut agar mereka meninggalkannya sendirian. Namun ketika dia berbalik menghadap mereka, dia terkejut melihat mereka berdua ada di sana, berdiri berdampingan.

Mereka menatapnya dengan mata dingin tanpa berkedip, dan saat itu, Syauki menyadari bahwa mereka bukan sekadar imajinasinya. Mereka adalah sesuatu yang jauh lebih jahat, dan mereka telah menghantuinya sejak lama.

Sejak hari itu, Geni dan Nagin menghantui Syauki bersama-sama, terus-menerus berdebat dan bersikeras pada nasihat gelap mereka. Pertengkaran yang terus-menerus itu bisa berlangsung berjam-jam, membuat Syauki perlahan tapi pasti gila. Dia berusaha sebisa mungkin untuk mengabaikan mereka, tetapi suara-suara mereka selalu ada, berbisik di telinganya, mencoba mempengaruhi dia agar mengikuti cara berpikir mereka.

8 Desember 2025

Penulis

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image