Beberapa waktu lalu aku mendapat pesan dari seorang teman penulis. Dia anak baik, sedang mengerjakan novel baru, masih belum cukup disiplin untuk menyelesaikan dan memoles sesuatu sebelum memulai sesuatu yang baru, tetapi dia akan sampai di sana.
Begini percakapannya:
Nub: “Abang tahu nggak, perasaan udah bikin rencana 3 bab tetapi tokohnya kek ngomong, ‘Wakakakak! Nggak mungkin! Lebih bagus gini aja!”
Aku: “Pernah sekali atau dua kali.” Emot ngakak
Nub: “Aku sering banget, Bang.”
Aku: “Kontrol dirimu, bro!”
Nub: “Lagi diusahain, Bang. Tapi harus ambil keputusan yang susah.”
Aku: “Apa pun pilihan yang nggak pengen kamu ambil … Ambil itu.”
Nub: “Makasih, Bang. Aku memang butuh didorong.”
***
Seringkali cerita kita mencapai persimpangan jalan yang tidak kita duga. Tokoh mulai tidak ingin mengikuti perintah, atau hal-hal tampaknya berjalan tidak sesuai rencana.
Ini bukan hal yang buruk. Ini hanyalah alam bawah sadar kita yang telah mencatat jutaan bit data tentang cerita dari kehidupan kita. Mulai dari buku yang kita baca, menonton film dan televisi, bahkan berhubungan dengan manusia lain dengan menceritakan kisah hidup atau hari-hari kita.
Otak bawah sadar seringkali akan muncul dengan cara yang lebih baik untuk menceritakan kisah Anda.
Masalahnya adalah otak bawah sadar tidak dapat berbicara bahasa Indonesia, mengirim pesan, atau menelepon Anda. Dia hanya menerobos masuk saat Anda sedang melakukan hal lain.
Ketika ini terjadi pada Anda, jangan panik.
Itu normal. Aku jamin.
Berhenti dan lakukan apa yang dilakukan Nub: menyadari bahwa Anda sekarang punya pilihan.
Aku mendesak Anda untuk melihat SEMUA pilihan Anda. Bukan hanya tiga solusi gampang yang akan muncul di benak Anda dan tampak jelas.
Tidak. Aku mau Anda menggali lebih dalam keberlimpahan ide baru yang dapat Anda jelajahi.
Beberapa di antaranya akan sulit.
Beberapa akan membutuhkan banyak kerja keras.
Menurut pengalamanku, ide-ide itulah yang seringkali menghasilkan cerita terbaik dari ide Anda.
Dan kalau Anda menginginkan buah yang segar, Anda membutuhkan bahan cerita yang bagus.
Lihatlah semua tokoh Anda dan lihat ke mana keputusan baru ini dapat membawa masing-masing tokoh.
Mungkin seseorang akan mendapati pikirannya berubah secara dramatis. Mungkin seseorang harus menghadapi ketakutannya. Mungkin seseorang akan kehilangan statusnya. Mungkin seseorang akan terluka.
Mungkin seseorang akan mati.
Ya, mati.
Aku pikir lebih banyak penulis fiksi perlu membunuh lebih banyak tokoh.
Bukan secara sembarangan. Bukan untuk mengejutkan.
Tapi dalam genre fiksi, kita biasanya menulis beberapa situasi yang cukup mengerikan bagi tokoh kita dan membiarkan mereka melewatinya tanpa cedera. Nah, sekarang saatnya untuk melukai mereka.
Luke kehilangan tangan. Tara terbakar habis. Magic Mike tetaplah seorang pecundang.
King Kong mati.
Semua cerita ini memiliki kehilangan yang dramatis. Konsekuensi dari plot. Bukan untuk mengejutkan, tetapi untuk pengembangan.
Tokoh berkembang ketika mereka dihadapkan pada kesulitan. Lihatlah protagonis Anda. Kalau Anda membunuh sekutu terbesarnya, apa yang akan terjadi pada cerita Anda? Itu pasti akan mengubahnya.
Sekarang bayangkan kalau mereka mempertahankan sekutu mereka, tetapi mengetahui bahwa sekutu tersebut mengidap kanker.
Anda mungkin berkata, “Tapi aku menulis fiksi ilmiah, bagaimana itu bisa terjadi?”
Pperlu ada lebih banyak kanker luar angkasa dalam buku.
Lihatlah alur cerita Hellblazer, DANGEROUS HABITS. Garth Ennis memiliki karakter komik yang telah melakukan BANYAK hal. 40 edisi petualangan, (bagi Anda yang bukan pembaca komik, itu setara dengan 3,5 tahun komik) dan Garth perlu melakukan sesuatu yang berbeda dan baru.
Jadi dia memberi John Constantine, si perokok berat, pemanggil iblis, dan bajingan sejati. Dosis kanker paru-paru yang cukup besar.
Hasilnya adalah sebuah buku yang menampilkan karakter yang merenungkan kematiannya sendiri. Seorang pria yang sangat akrab dengan alam baka, terutama sisi buruknya. Pada titik ini, Constantine telah menipu setan, mempermainkan malaikat, dan mempermalukan Iblis sendiri.
Neraka pun tidak akan ramah baginya.
Ini adalah alur cerita yang memikat dan inventif.
Dan itu berasal dari Garth Ennis yang memilih jalan yang sulit.
Cobalah.
Anda mungkin menemukan cerita yang lebih baik. Dan bahkan kalau Anda tidak menggunakan ide-ide tersebut dalam manuskrip saat ini, latihan ini akan bermanfaat dalam buku lain di masa mendatang.
Anda bisa melakukannya.
Aku percaya pada Anda.
Jawa Barat, 14 Februari 2026











