Home / Topik / Lifestyle / Menjadi Penulis: Ketika Hal Terakhir yang Ingin Anda Lakukan Adalah Menulis

Menjadi Penulis: Ketika Hal Terakhir yang Ingin Anda Lakukan Adalah Menulis

Menjadi Penulis 20260301
1

Hidup menjadi sulit bagi banyak orang, dan ada kemungkinan besar banyak dari Anda juga sedang mengalami masa sulit saat ini.

Aku sedang dikejar tenggat waktu. Aku punya tugas yang harus kulakukan, jadi meringkuk di muka laptop dan mengabaikan dunia selama satu atau dua minggu bukanlah pilihan.

Lebih jelas lagi bukan pilihan bagi penulis yang punya anak, pekerjaan, dan lebih banyak kewajiban daripadaku.

Ketika hidup menjadi sulit, ada beberapa hal yang dapat dicoba ketika Anda merasa tidak mampu menulis saat ini.

Gunakan menulis sebagai pengalihan perhatian

Menulis memungkinkan Anda untuk larut dalam masalah orang lain untuk sementara waktu. Ini memberi Anda jalan keluar untuk emosi apa pun yang memenuhi pikiran Anda. Jika karya Anda saat ini tidak berhasil, cobalah menulis postingan blog, atau cerita pendek, atau potongan acak apa pun yang terlintas di pikiran Anda. Keluarkan ide-ide menulis favorit Anda dan berkreasilah sebebas mungkin.

Ini adalah tujuanku untuk minggu ini, dan aku tahu itu tidak akan mudah. ​​Duduk di depan laptop akan sulit. Aku tidak akan mau melakukannya. Aku akan menekan tombol tunda alarmku beberapa kali sebelum bangun dan pindah ke mejaku. Tapi semakin aku fokus pada karakter dan ceritaku, semakin sedikit aku harus memikirkan kabar burukku sendiri. Aku ragu produktivitasku akan sama seperti biasanya, tapi siapa tahu? Mungkin fokusku justru akan bermanfaat.

Edit apa yang sudah kamu tulis

Jika berkreasi tidak mungkin, periksa naskahmu dan edit. Ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk pengeditan yang membosankan, tetapi bermanfaat, seperti mencari kata-kata berawalan di- atau kata-kata baku yang sering menimbulkan masalah.

Jika mengeditnya terlalu banyak, gunakan waktu ini untuk memeriksa kontinuitas atau adegan apa pun yang tidak menarik perhatian Anda. Berada dalam kondisi mental yang buruk mungkin membuat adegan yang lambat atau lemah lebih gampang muncul. Kapan pun pikiran Anda mulai mengembara dan Anda merasa ingin membaca sekilas, tandai adegan tersebut untuk dilihat nanti saat kamu berada dalam kondisi mental yang lebih baik.

Baca kembali naskah lama yang sudah Anda tinggalkan

Beberapa naskah disimpan di laci dan dilupakan, tetapi sebenarnya tidak buruk (aku sedang mengerjakan salah satunya sekarang). Baca kembali karya yang sudah lama tidak Anda sentuh dan lihat apakah ada sesuatu yang layak untuk dihidupkan kembali.

Mungkin waktu istirahat telah memberi Anda perspektif baru, atau Anda telah mempelajari keterampilan penting yang tidak Anda miliki saat pertama kali menulisnya.

Kerjakan tugas-tugas yang tidak sempat Anda kerjakan saat menulis

Jika Anda benar-benar tidak bisa menulis, mungkin Anda masih bisa produktif dalam karier Anda.

Apakah ini waktu yang tepat untuk mengerjakan beberapa tugas pemasaran yang terus Anda tunda?

Kapan terakhir kali Anda memperbarui halaman penulis Googlebook atau Goodreads Anda?

Apakah blog Anda perlu diperbaiki atau dibersihkan?

Apakah ini waktu yang tepat untuk membuat halaman media sosial yang selama ini ingin Anda buat?

Bisakah Anda meneliti konferensi atau festival yang ingin Anda hadiri, atau ingin Anda hadiri setelah buku Anda diterbitkan? Sekolah untuk kunjungan sekolah di masa mendatang? Toko buku untuk dikunjungi dan memperkenalkan diri?

“Tugas-tugas ringan” penulis bisa menjadi cara yang bagus untuk menyibukkan pikiran dan menyelesaikan sesuatu yang memang perlu Anda lakukan.

Jika semua cara lain gagal … Bacalah novel-novel yang selama ini ingin Anda baca.

Membaca itu bermanfaat bagi seorang penulis. Kita belajar bagaimana menceritakan kisah yang hebat dengan membaca kisah-kisah hebat. Jadi kalau menulis tidak kunjung berhasil meskipun Anda sudah berusaha keras, beralihlah ke sisi lain. Membaca tidak hanya mengalihkan perhatian Anda dari masalah, tetapi juga mengingatkan Anda mengapa Anda suka menulis dan mengapa Anda ingin menceritakan kisah Anda sendiri. Membaca dapat menyegarkan Anda ketika sumber emosi dan mental Anda mengering.

Menulis di masa-masa sulit itu berat. Tidak apa-apa untuk beristirahat jika perlu, tetapi tidak apa-apa juga untuk terus maju dan menggunakan tulisan Anda untuk membantu Anda mengatasi masalah pribadi.

Lakukan apa yang perlu Anda lakukan untuk melewatinya, dan beri diri Anda sedikit kelonggaran jika lebih sulit dari yang Anda duga. Beberapa hari mungkin lebih baik dan Anda dapat menyelesaikan beberapa tulisan. Hari-hari lain mungkin menjadi hari-hari untuk bersembunyi dari dunia. Lakukan apa yang harus Anda lakukan.

Bagiku, aku akan fokus pada masalah remaja di dunia fantasi yang hidupku kubuat sengsara. Aku tidak tahu berapa banyak yang akan kuselesaikan setiap pagi, tetapi setiap kata akan lebih banyak daripada yang akan kutulis kalau aku tidak mencoba.


Jawa Barat, 1 Maret 2026

Penulis

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image