Home / Non Fiksi / Kehidupan Kristen: Firman Tuhan Fiksi atau Fakta? Semua Tergantung Anda!

Kehidupan Kristen: Firman Tuhan Fiksi atau Fakta? Semua Tergantung Anda!

Kehidupan Kristen 20260430
2

Apa yang akan kita lakukan apabila ada orang di luar sana menganggap kesaksian kita, bahkan Firman Tuhan, hanya fiksi belaka? Tentu banyak kita merasa gemas, membela diri bahkan rentan berbuat dosa dengan ‘menyerang kembali’ orang tersebut. Daripada sibuk perang komentar di media sosial, lebih baik kita bersama-sama menelaah mengapa masih banyak orang, bahkan orang Kristen, meragukan Firman Tuhan dan kesaksian-kesaksian ‘hingga mereka bisa melihat dengan mata kepala sendiri’.

Beberapa hal yang menyebabkan Firman Tuhan tidak terjadi dalam hidup kita:

1. Menganggapnya hanya sebagai fiksi.

Kita sebagai orang dewasa tentu sudah tahu jika Jin Biru dalam film Aladdin sebenarnya tidak (pernah) ada. Namun masih banyak orang, bahkan orang yang mengaku Kristen, masih menganggap Alkitab sebagai fiksi.

Sebuah komentar di media sosial penulis yang mengamini postingan di laman seorang Hamba Tuhan berbunyi: “Ah, itu hanya dongeng!” Sudah jelas, komentar itu datang dari akun/orang yang belum mengenal Tuhan. Mungkin ia belum pernah mengalami, sehingga mengatakan firman-Nya hanya isapan jempol belaka. Namun, siapa benar-benar tahu faktanya? Bukan hanya omdo ‘saya percaya’, namun mereka yang sudah mengalami dalam kehidupan sehari-hari.

“Banyak orang mengaku Kristen, percaya kepada Yesus, namun berapa banyak yang benar-benar mengikuti Yesus?” Merekalah yang akan dan telah menemukan fakta!

2. Meragukannya. “Bisa gak ya? Mungkin terjadi gak ‘sih? Ah, itu ‘kan zaman dulu. Itu zaman Tuhan Yesus masih hidup. Dia sudah kembali ke surga. Sekarang, halo, Dia ada di mana?”

Penulis kerap heran, kok bisa-bisanya banyak kita percaya mitos-mitos, urban legend, kisah horor hingga hantu, ramalan hingga hari-hari baik dan nasib baik, tapi ironisnya, tidak percaya Firman Tuhan. Padahal Dia sudah menciptakan alam semesta, segala-galanya. Kita manusia dan ciptaan hidup lainnya tidak lahir, alam semesta tidak hadir, dari kehampaan atau ketiadaan. Jelas ada Seseorang di atas sana.

Seperti game PC jadul The Sims (masih ada hingga sekarang, namun penulis tidak lagi memainkannya) si player/pemain tentu menciptakan, memberi rumah hingga mengawasi para Sims (karakter manusia-manusia dalam game) dan mengontrol mereka, meskipun Sim memiliki pilihan free will. Sebagai ‘tuhan-tuhan’ kecil, pemain turut menentukan nasib Sim, namun Sim juga bisa turut bekerja-beraktivitas sesuai urutan ‘yang diinginkannya sendiri’, misalnya Sim kebelet pipis, dia akan mencari toilet. Dia ingin tidur, dia akan mencari ranjang atau sofa, bahkan tertidur di lantai. Sama seperti kita manusia memiliki pilihan (kehendak) bebas, Tuhan tetap maha kuasa menentukan nasib kita. Bukan apa kata orang lain, bukan kata horoskop, melainkan kata dan titah Tuhan.

3. Tidak (mau) atau belum pernah mengimplementasikan (menerapkan) dalam kehidupan sehari-hari. Sudah tahu jika Yesus Sang Yehova Rapha, berkali-kali dengar kesaksian kesembuhan dan khotbah mengenai mukjizat Tuhan, mirisnya masih hanya mengandalkan obat manjur ‘apa kata teman’, dokter rekomendasi teman, uang simpanan berlimpah, aneka suplemen dan vitamin, treatment, hingga rumah sakit mewah. Padahal sesungguhnya Tuhan begitu dekat, hanya sejauh doa plus jangkauan tangan kita untuk menyentuh ujung jubah-Nya.

Maukah Anda mengulurkan tangan untuk menyentuh ujung jubah Tuhan?

Kesimpulan: Apakah Firman Tuhan dan kesaksian-kesaksian bagi Anda adalah sebuah fakta atau hanya fiksi? Jawabannya ada dalam pikiran Anda dan tak seorangpun bisa mengubah pikiran Anda tersebut, kecuali Dia yang berfirman dan melakukan kehendak-Nya. Yang dapat mengubah mindset fiksi menjadi fakta barangkali bukan apa kata seseorang, orang tua, guru, bahkan pendeta sekalipun, melainkan diri. Benar, tidak semua kesaksian benar-benar terjadi, banyak juga pseudotestimonial atau konten viral yang perlu diwaspadai dan dipertanyakan kebenarannya. Akan tetapi apabila benar-benar diberi kesempatan mengalaminya sendiri, berbahagialah kita yang tidak perlu seperti Tomas, yang terkejut hingga akhirnya mengakui Tuhan Yesus hidup setelah memasukkan jarinya sendiri ke dalam lubang paku di tangan dan luka pada lambung-Nya.

Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.

Tangerang, 28 April 2026

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image