Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Orang Alim-Religius-Rohani versus Orang Lahir Baru, Yang Manakah Anda?

Kehidupan Kristen: Orang Alim-Religius-Rohani versus Orang Lahir Baru, Yang Manakah Anda?

Kehidupan Kristen 20260726
2

Belum lama ini penulis membaca sebuah artikel di sebuah media massa online nasional tentang jumlah pengikut sebuah kepercayaan tertentu yang dibanggakan jumlahnya mencapai sekian persen/seperberapa dari jumlah seluruh umat manusia di dunia. Apakah sudah cukup? Apa manfaat serta apa yang dapat dibanggakan? Menurut pandangan pribadi penulis, hal terpenting/terutama bukan hanya masalah kuantitasnya saja, melainkan kualitas dari umat (apapun kepercayaannya).Demikian pula dengan label alim-religius atau rohani yang seringkali dilekatkan pada teman seiman atau seseorang yang kita kenal. Misalnya si A dikenal paling rajin ke gereja, gak pernah atau jarang absen biarpun cuaca mendung-hujan badai atau sedang ada event pildun sekalipun. Si B berdoa secara teratur, mulai bangun pagi, sarapan-makan malam hingga gak pernah skip sebelum tidur. Si C paling paham dan hafal ayat-ayat Alkitab. Si D sering berdonasi, ikut kegiatan sosial, dan lain sebagainya. Si E paling rajin ikut pelayanan. Jika mereka berlima dikombinasikan, malaikat aja kalah! (Canda…)

Dunia melihat dan menilai Orang Percaya dari apa yang mereka dengar atau lihat, lalu spontan melabeli mereka sebagai orang religius-rohani. Padahal Tuhan berbeda, Dia melihat kita dari hati.

Orang yang sudah lahir baru belum tentu terlihat alim-religius-rohani. Belum tentu mengenakan tanda-tanda atau atribut keagamaan di tubuhnya. Akan tetapi satu hal nyata, hidup mereka tak lagi sama seperti dulu. Mereka masih sangat mungkin melakukan kesalahan-kesalahan kecil alias flaws yang sedikit-sedikit dikritik dunia; Lah, dia aja masih gitu. Dia aja masih sering jatuh ke dalam pencobaan. Dia aja masih berdosa! Nah, penilaian-penilaian semacam itu apabila sampai ke mata-telinga orang yang sudah lahir baru, sedikit banyak tentu mengusik. Mungkin juga hingga ‘kena mental’ hingga kapok berbuat baik atau bertahan dalam perubahan. Namun jangan sampai orang-orang yang sudah lahir baru goyah hanya karena bully, tekanan atau komentar! Tuhan Yesus saja sering di-bully oleh Orang Farisi hingga Saduki, begitu menderita bahkan hingga Dia wafat di kayu salib. Semua pencobaan yang dialami Orang-orang Percaya di masa kini sesungguhnya belum ada apa-apanya. Yesus telah bangkit, kuasa bully hingga maut dikalahkan-Nya.

Lahir baru memampukan kita kembali dari dosa, mohon ampun hingga berusaha untuk tidak lagi mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama. Yang pemarah dimampukan mengendalikan amarah hingga berbalik jadi ramah. Yang dulu sering lupa bersyukur sekarang lebih ingat karena cintanya kepada Tuhan.

Bukan apa yang kelihatan atau bisa dinilai dunia dengan angka atau A, B, atau C. Bukan jumlah views, like atau love sebuah kegiatan ritual atau kebaktian. Bukan pula angka atau kuantitas ‘semakin ramai semakin baik’, melainkan apa manfaat yang sudah bisa orang lahir baru berikan (atau lebih tepatnya, kembalikan) sebagai ungkapan rasa syukur, luruh/dayagunakan talenta, hingga sumbangsih tanpa pamrih? Jadi alim-religius-rohani saja belum cukup! Kita perlu melakukan sesuatu seperti apa yang Yesus lakukan (what would Jesus do), menjadi semakin serupa dengan-Nya, menghilangkan ke-aku-an kita. Kesempatan yang ada semakin sempit, apakah sudah kita gunakan dengan baik?

Menjadi orang lahir baru tidak semudah hanya terlihat alim-religius-rohani. Dengan mudah kita bisa membeli atribut keagamaan atau mengenakannya hingga semua orang bisa melihat. Akan tetapi apakah tindakan kita sudah mampu mencerminkan seorang yang sudah lahir baru?

Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.

Tangerang, 27 Juli 2026

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image