Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Belajar dari Tokoh Denis dalam Animasi Adit Sopo Jarwo, Mari Tetap Setia Iring Tuhan!

Kehidupan Kristen: Belajar dari Tokoh Denis dalam Animasi Adit Sopo Jarwo, Mari Tetap Setia Iring Tuhan!

Denis (Bilibili)
4

“Dit, tolongin Dit!”

Siapa ‘sih belum kenal tokoh Dennis/Denis dalam animasi Adit Sopo Jarwo yang tayang di stasiun televisi swasta nasional? Rasanya bukan cuma anak-anak saja tahu sedikit-banyak karakter Denis yang digambarkan bertubuh subur, berkacamata serta selalu hadir bersama sahabatnya, Adit. Sosok Denis yang selalu jenaka dan ceria walau kadang-kadang bikin kesal sangat mudah diingat penonton.

Meskipun tokoh Denis seringkali dianggap menyebalkan karena kerap nempel pada Adit, salah satu tokoh utama yang dianggap karakter anak laki-laki ideal/idaman yang patut diteladani, ada beberapa hal yang patut orang-orang percaya pelajari. Bukan segala sifat minus Denis yang sering dijadikan candaan, meme atau parodi, inilah beberapa hikmah yang bisa kita petik.

  1. Seperti Denis yang sedikit-sedikit minta tolong pada Adit, kita juga harus sedikit-sedikit minta tolong, namun bukan ke manusia, melainkan kepada Tuhan. Bukan yang lain duluan jadi andalan. Lho, memangnya gak boleh berusaha? Tentu saja boleh, akan tetapi jangan kemudian jadi satu-satunya andalan.
  2. Dalam sebuah episode, dikisahkan Denis sakit, namun bukannya istirahat di rumah, dia malah ‘main’ alias berkunjung ke rumah Adit. “Denis ngasih contoh gak baik ‘nih. Seharusnya stay at home, dong?” Sedikit menyebalkan, bukan? Nah, apabila kita sakit, kita seringkali ingatnya pertama kali harus ke dokter siapa, minum obat apa, dan lain-lain. Atau minta saran teman begini-begitu. Bukannya dilarang/tidak boleh berobat, akan tetapi hendaklah alamat utama kita jangan dilupakan. Tuhan yang adalah Maha Pencipta adalah dokter di atas segala dokter. Seperti Denis yang perginya malah ke Adit karena ia percaya Adit bisa ‘menolongnya’, demikianlah kita ingat pada Tuhan dan berdoa kepada-Nya agar menjamah diri kita yang penuh kelemahan ini.
  3. Dikisahkan juga, Denis sering numpang makan di rumah Adit dan bahkan berani minta jenis makanan/menu tertentu kepada ibunya Adit. Tentu saja, ini bukan perilaku yang sopan dan baik-patut ditiru dalam kehidupan sehari-hari. Namun sebagai orang percaya, kita juga bisa minta seperti Denis. Kepada siapa? Mintalah makanan sehari-hari (‘roti’/rezeki) kita yang secukupnya kepada Tuhan. Jika ibu Adit saja dengan senang hati bisa memberi makan Denis dan tidak banyak mengeluh, apalagi Tuhan! Notabene, makanan ‘secukupnya’ itu berarti Tuhan mencukupi kebutuhan kita, tidak berlebihan atau sebanyak-banyaknya. Doa Bapa Kami dalam Kristen Katolik dan Protestan bunyinya agak berbeda, akan tetapi ada kata-kata yang sama: pada hari ini. Bukan besok, bukan lusa-minggu depan, melainkan hari ini. Dalam Bahasa Inggris, makanan/rezeki diungkapkan sebagai daily bread. Daily artinya sama: setiap hari/harian.
    Matius 6:34 berbunyi: “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
  4. Apakah Denis merasa segan/malu minta tolong pada Adit? Iya dong ah, seharusnya Denis malu banget nget nget! Namun tidak, Denis masih aja terus ‘mintol’ pada Adit. Denis percaya jika Adit menolongnya. Kita juga seharusnya tidak malu-malu ‘mintol’ kepada Tuhan. Seberat apapun bebanmu, sebesar apapun masalahmu, jangan pernah malu dan segan berdoa ‘angkat tangan’ dan minta Tuhan campur tangan, turun tangan. Bukankah Dia jauh lebih besar daripada masalah kita dan jauh lebih bisa menyelesaikannya daripada kita?

Kesimpulan: “Dit, tolongin Dit!” kita dapat meneladani sikap Denis dengan berkata jauh lebih baik lagi: “Tuhan, tolonglah aku!” Tuhan sebenarnya sudah tahu apa yang kita inginkan. Terkadang Ia tidak langsung memberikan/mengabulkan, bahkan sepertinya menunda atau menolak. Akan tetapi percayalah, Tuhan punya rencana yang jauh lebih indah daripada yang bisa kita pikirkan.

Semoga bermanfaat dan Tuhan memberkati.

Tangerang, 15 Mei 2025

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Antologi KompaK’O

Random image