Dahulu kala ketika semua hewan dapat bernyanyi, berbicara, dan menari seperti manusia, hiduplah seorang Manusia dan keluarganya, dan tetangga mereka adalah Anjing dan keluarganya.
Sayangnya, Manusia dan Anjing adalah musuh bebuyutan. Mereka bertarung setiap hari, yang membuat hewan lain kesal. Istri mereka bertengkar setiap kali mereka bertemu, dan anak-anak mereka saling mengejek dan melempar batu serta tongkat. Kebisingan mereka setiap hari mengganggu hewan lain yang ingin mereka akur.
Suatu hari, Anjing keluar dari guanya dan menyadari bahwa hujan tidak turun lebih awal musim itu, cuaca panas dan kering. Anak-anak dan istrinya lapar. Anjing memutuskan untuk pergi berburu. Dia berjalan berkeliling selama berhari-hari, tetapi tidak dapat menemukan makanan untuk keluarganya. Dia lelah dan telah kehilangan semua kekuatannya, tetapi dia terus berjalan sampai dia menemukan sebuah sungai. Dia membungkuk untuk minum air, tetapi saat dia minum sampai kenyang, dia tiba-tiba jatuh ke sungai, dan sungai itu membawa Anjing pergi.
Ketika Anjing akhirnya dapat menemukan daratan kering, dia kedinginan dan lemah. Dia menginginkan tempat yang hangat untuk meletakkan kepalanya. Dia melihat api dan berjalan ke arahnya. Dia melihat api itu dijaga oleh Manusia, yang duduk dengan tombak di tangannya dan kepalanya menghadap ke tanah dengan sedih. Ketika Manusia melihat Anjing, dia segera berdiri dan menghunus tombaknya.
“Tolong, manusia.” Kata Anjing dengan suara lemah karena kehabisan tenaga dan kedinginan, “Aku hanya butuh kehangatan. Tolong bantu aku.”
Manusia menatap Anjing dengan curiga dan berkata, “Kamu boleh berbaring di dekat api jika kamu berjanji untuk tidak memakanku.”
“Aku berjanji untuk tidak memakanmu,” kata Anjing dan berbaring di dekat api sementara Manusia menjaganya.
“Aku punya api, tetapi aku tidak punya makanan,” Manusia itu berkata dengan sedih, “Keluargaku kelaparan, aku telah mencari makanan, tetapi aku belum beruntung.”
“Kamu telah baik padaku, Manusia. Aku akan membantumu mencari makanan. Aku sudah hangat sekarang. Aku bisa menggunakan hidung dan telingaku untuk mencari makanan,” kata Anjing dan tersenyum pada Manusia.
Anjing membantu Manusia mencari makanan untuk keluarganya dan juga menemukan makanan untuk keluarganya sendiri. Manusia berterima kasih atas bantuan Anjing dan Anjing berterima kasih karena Manusia telah menolongnya.
Sejak saat itu, Anjing menjadi setia kepada Manusia karena telah menyelamatkannya dan Manusia menjadi sahabat Anjing.
Keluarga mereka bersumpah untuk selalu saling membantu dan sejak saat itu Manusia dan Anjing tetap menjadi sahabat baik.
Cikarang, 29 Mei 2025











