Kecemasan jika tenaga kerja atau sumber daya manusia akan semakin tergantikan dengan artificial intelligence alias kecerdasan buatan hingga kini masih menjadi momok. Apakah saya akan kena PHK? Apakah saya bisa tetap berkarya di tengah segala keterbatasan yang saya miliki? Dan banyak sekali pertanyaan berkecamuk dalam benak.
Jangan panik atau khawatir dulu. Sebagai pencipta kecerdasan buatan, manusia boleh-boleh saja memilih untuk memanfaatkannya, akan tetapi jangan sampai kalah olehnya.
Pemberi kerja maupun pekerja sebaiknya sama-sama menyimak dan merenungkan beberapa fakta dan tips di bawah ini.
- Kenali dan asah/pertajam talenta yang Anda miliki. Kenali artinya bukan hanya sekadar sadar atau tahu. Kenali artinya jadikan talenta Anda senjata andalan di tangan yang mampu Anda pergunakan dengan baik. Bagaimana jika selama ini belum tahu apa talenta saya? – Barangkali itu pertanyaan Anda. Selain lewat tes bakat, banyak cara untuk mengetahui talenta dan minat Anda. Cobalah membaca-menonton apa saja; berita-berita di internet, buku-buku, informasi dan pengetahuan yang kredibel, bukan hanya sekadar konten receh. Atau berjalan-jalan santai, amatilah suasana di sekitar Anda sambil menikmati sisa hari. Adakah suatu tema atau topik yang mampu membuat Anda tertarik? Tertariknya bukan hanya sekadar hari ini suka, besok jadi bosan.
Hanya sekadar tertarik saja juga belum cukup. Coba lakukan sendiri sebelum mulai memperdalam ‘koneksi’ Anda. Misalnya Anda merasa seru/tertarik saat melihat acara masak, suka makan enak, ingin nyoba masak sendiri. Barangkali bakat kuliner Anda miliki. Cobalah memasak dari yang mudah-mudah dan Anda sukai dulu. - Tanyakan beberapa hal ini kepada diri sendiri: Mengapa harus saya / mengapa saya yang paling cocok untuk pekerjaan ini? Apa yang dapat saya berikan (untuk memberikan hasil terbaik bagi pekerjaan ini)? Jika semua itu dapat Anda jawab dan janjikan sepenuh hati, maka Anda tidak akan dapat digantikan oleh apapun atau siapapun.
- Sama seperti hubungan percintaan dan pernikahan, pekerjaan juga memerlukan integritas dan komitmen. AI barangkali bisa bekerja sesuai SOP atau tugas yang diberikan, akan tetapi tentu saja minus sentuhan integritas dan komitmen manusia. Jika saja seorang pekerja mampu menunjukkan integritas dan komitmen sejati, sangat kecil peluangnya jika sumbangsih darinya mampu digantikan begitu saja oleh AI.
- AI dengan mudah menjawab-melakukan prosedur/hal-hal tertentu yang sudah ada alurnya/algoritma yang ditentukan. Contoh sederhananya, jika ada A, maka lakukan B. Jika C, maka D. Dengan akal budi manusia yang dinamis, A tidak perlu selalu jadi B dan C tidak perlu selalu berakhir dengan D. Mungkin manusia masih bisa salah pilih atau melakukan human error, salah mengambil keputusan, akan tetapi tentu saja tidak selalu demikian. Dengan kehati-hatian, semua itu bisa diminimalkan.
- Beberapa bidang pekerjaan mungkin saja dilakukan dengan mudah-cepat-efektif oleh AI. Tetap saja diperlukan minimal satu tenaga kerja manusia untuk mengoperasikan/mengendalikannya. Jadilah Anda satu orang itu. Tidak perlu selalu hanya menjadi seorang prompter atau semacamnya, ada banyak sekali yang perlu disempurnakan dari hasil-hasil kecerdasan buatan. Bisa menjadi seorang penyempurna hasil-hasil prompt AI, misalnya. Atasan juga bisa memeriksa/cek-ricek hasil kerja terlebih dahulu daripada hanya langsung percaya AI dan mempergunakan hasilnya tanpa pertimbangan. Tentunya masih banyak sekali aspek yang bisa dijadikan ‘lahan pekerjaan’ manusia.
Kesimpulan: Tergantikan oleh AI? Mungkin saja yang ditakutkan itu terjadi apabila manusia hanya mengandalkan apa yang sudah dikuasai selama ini, kolot bertahan, enggan mengembangkan diri. Bukan berarti harus manut ikut arus, melainkan memanfaatkannya. Ada seorang penulis artikel luar negeri mengatakan ‘I’m riding the AI wave’. Menurut saya pribadi, kita tidak harus selalu menggunakan AI. Mari kita utamakan senjata andalan kita, talenta yang ada di tangan. Dengan demikian, percayalah jika Tuhan selalu membukakan ladang rezeki bagi kita.
Semoga bermanfaat.
Tangerang, 1 Agustus 2025












5 Komentar
Setujuuuh
Terima kasih banyak.
Setuju 👍😍
Terima kasih banyak.
Sepakat👍