Home / Fiksi / Puisi / Tembang Celika Cinta

Tembang Celika Cinta

Tembang Celika Cinta
2

malam lain dari yang lain
aku menatap apa
yang telah kumenangkan—
kau, terikat di sofa rotan
dan menggeram dalam-dalam
dengan prasmanan makan malam,
manjakan semua yang ada di wilayah demarkasimu
dengan simfoni dengus, desis, lenguh,
dan tiupan angin puyuh
dan setelahnya, kau akan tersenyum, seolah
kau seorang anak
kecil, dengan raut polos
satu-satunya alasanmu.
dan apakah aku sudah pernah
bilang aku mencintaimu? ya! benar sekali, tanpa jeda
aku mencintaimu yang mencintai dirimu dalam diriku,
aku mencintai kita yang dulu, kita yang slalu berdua,
pada noda-noda mekar menyebar di setiap lembar
kemeja bergaris yang kau punya,
langkahmu terhuyung limbung,
sikapmu yang keras kepala batu,
perutmu menyembul dari balik kaos oblong bolong
dan musik tubuh yang awalnya
kupikir gema kasar tak berirama
aku suka bahwa kita berdua begitu nyaman
dengan diri kita sendiri,
celah-celah kisi kita di enam sisi
dan cekungan dan lekuk tubuh dan bekas luka kita,
rambut kita yang mulai tumbuh
dan bintik-bintik botak
dan malam-malam
tequila yang diaduk tak kunjung reda.
aku suka kau melihatku
begitu terpuruk lesu tertunduk
hingga aku hanyalah alir udara  
dan saat ini aku telanjang
kau tak lagi bereproduksi
berkeringat peluh bau
dan hampir menangis meratap pilu,
dan kau masih saja memelukku erat
seolah sosok lain menginginkan diriku
yang jadi kau miliki utuh
aku suka pada blak-blakan di dalam dirimu–
korset ketat  berhias payet kemilau,
dan caramu yang yakin pasti
membuat lingkaran aman mantra pelindung
di sekitar hidup kita yang murung,
hidup kita yang berantakan tak berujung,
hidup kita yang tertulis bersambung
lirik blues liar sumbang dari bibir sumbing,
kursi-kursi kita yang cekung melengkung
dan semua cangkir keramik kita yang tak serasi
jutaan buku kita di kamar-kamar yang berserakan
malam-malam kita bersendawa dan bersendawa dan minum kopi wiski irlandia
dan pai nanas dampingi sekantong permen
cokelat yang dilahap habis
sementara TV layar mendatar menampar
wajah kita mati rasa
dan menumpulkan otak bukan pujangga
kehidupan mendebarkan yang begitu—
jauh di luar sadar kita
aku suka kau seorang penyanyi tanpa kunci,
yang bernyanyi memekik bersenandung gandrung
dan membuatku gila edan tergila-gila
dengan lirik-lirik mbeling usil menyakitkan telinga
yang kau ciptakan untuk lagu-lagu
yang kukira kukenal tapi nyatanya asal bunyi
dan terkadang kita hanya berhenti sejenak,
menatap senyap, dan bertanya-tanya,
bagaimana mungkin ini
bisa terjadi? kau
punya suami, aku juga
sudah punya istri,
lalu, semuanya melipir pergi.
kita kesampingkan seluruh hidup
selama berhari-hari hanya untuk diri kita sendiri,
dan ya, gadis kita, yang datang kepada kita sebagai anak
dengan bagian-bagian yang terpisah.
bukan milik kita, tapi milik semua kita,
dia memikat kita dengan senyum manisnya
yang menawan dan lintasi hari-hari
dengan rambut hitam legam
kau buka lebar lenganmu
dan menariknya masuk, gadis yatim piatu kita,
cahaya kita,
putri kita yang tiba-tiba mengacungkan lukanya
dan mempercayai kita untuk sembuh.
dan sekarang, tentu saja,
dia adalah kau, seorang penghibur, lucu dan bijaksana,
tertawa terbahak-bahak pada hal-hal
yang tak seorang pun
lihat. aku lebih dari sekadar diberkati
memiliki kalian berdua,
meskipun berkat itu sulit dilihat kebanyakan orang.
aku mengembara di ruangan-ruangan
cinta yang berantakan ini,
terpukau oleh satu-satunya milikku.
si dia. kita bertiga.

Bekasi, 3 September 2025

#puisipanjang

Penulis

  • Rayhan Rawidh

    Penulis genre urban fantasy, chicklit, dewasa, action. Karyanya bisa ditemukan di KBM.id dan fizzo.org,

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Antologi KompaK’O

Random image