Masih kuingat sendu ronamu menyapa
Bersama kepak camar guratkan semua cerita
Ambang senja di sana bagai nyanyian jiwa
Kau dan aku terpisah dua samudera
Desau angin bisikkan kata mendayu
Kurasakan bagai buluh perindu
Begitu bayangmu terasa mendekat
Kudekap erat tiada tersekat, kau ku ingat
Satu persatu terkenang
Saat bersama kita dulu di Semarang
Tanah Mas saksi hingga kini
Kau pergi dan kau kunanti, di sini
Entah berapa lama, tiada madah tertera
Hati gundah menggelayut di ujung rindu
Samarkan pesonamu tiada mampu kudera
Kau tahu? Tanah Mas selalu di hatiku
Angin mengembara entah ke mana
Sampaikan kabar meski sudah tersiar
Sekiranya semua itu hanyalah kias samar
Untukmu di sana, tanah impian kan jaya
Aku takkan menunggu lagi
Andai aku hapuskan rasa membekas di hati
Aku takkan menunggu lagi
Andai kelak kau berpaling pergi
Tanah Mas, kenanganmu di sini selalu ada
Antara jarak dua samudera
Bukan penghubung kalbu kami berdua
Hanya sejenak pasti menguar ke udara
Takkan ada lagi, sesal binasa
Kutatap Tanah Mas di ambang senja
Elok rupa memudar rasa
Seperti rasa kita dulu kala
Kau di mana? Saat rinduku menggebu
Lalu tenggelam di ufuk cakrawala
Temanggung, 7 Agustus 2024, 16. 03












Satu Komentar
👍👍👍