1.
kucari pengakuan,
tak satu pun kudapat.
semua membuatku mati rasa.
kurindukan keluarga dan cinta.
tak ada seorang pun di atas sana.
menerima cinta itu luar biasa.
memberi cinta adalah dunia.
Hidup memberi lika-liku.
kuingin seimbang dan aman.
namun cinta telah pupus.
2.
sedihku sangat tak mampu jelaskan
yang kurasa hanya malu tak terbayar
kurindukan seseorang
tak temukan sesiapa
menulis membuat jantungku berdebar
terus berdebar kencang
menulis adalah hidupku
hidup yang kubenci
tapi kupunya gairah
terpaling gelap
gairah untuk menulis
membuatku terus berjuang
sepanjang hayat
bahkan lebih
3.
mengapa ku harus peduli
dengan apa yang mereka pikirkan?
kulihat mereka setiap kedip
melarikan diri dalam hidup ini
mencoba dan mencoba
tak tahu mengapa
bangga karena hasil
sangat
menulis adalah cara
untuk hatiku
hatiku tersentuh
luluh
tetap saja aku berpikir
apa yang mereka pikirkan?
Mengapa—
4.
lubang di dalam diri
yang tak pernah bisa diisi
hampa meraja
bertanya-tanya apa yang harus
sementara gelap mengambil alih
kumohon sembuhkan aku
5.
muak aku bicara hal yang sama
cemas dan depresi yang serupa
aku ingin melanjutkan hidup
menjadi positif
tapi itu sangat sulit, sangat
‘tuk bertransisi dari pesimis
pesimis menjadi optimis
tapi kan kucoba
karena kumuak sakit mental
sangat kumuak sampai ku berubah
berubah menjadi aku yang baru
menjadi manusia bebas
bebas
kedengarannya bagus
bebas
6.
bersembunyi di tengah masyarakat
yang tak ingin kudekat
ditolak semua orang yang kutemui
sendirian dalam hidup ini
rekaman terus berputar
tapi lagunya tetap sama
berulang-ulang sumbang
tak ada yang berbeda
terjebak di tempat yang tak semestinya
tak diinginkan
7.
hanya harus bilang, “Persetan”
atau ku takkan pernah selamat
hilang cinta
orang lain
aku harus lupakan
karenanya takkan pernah terjadi
persetan
8.
benci semua
setelah jatuh cinta
jatuh begitu lugas
mengapa diberi kartu-kartu ini
menangis dalam hati
tangisanku juga
berdebar berjinjit
berjinjit langkahi trauma
benci diri sendiri
terlalu cepat
aku terbanting
ke lantai
jantungku tak berdetak lagi
traumaku telah mengambil alih
aku tak ada lagi
karena aku dipukuli dan letih
aku menangis membenci
apakah ini takdirku?
harapku bukan
karena hatiku akan membusuk
kalau belum
benci karena terlalu mencintai
itulah kehancuranku
selamat tinggal
9.
Hari Ibu kan segera tiba
bersama ibuku
bunga musim bermekaran
yang terbaik di antara yang lain
seseorang yang sulit ditemukan
aku Harus mengingatkan
mengingatkan diriku sendiri
bahwa aku sangat diberkati
bahwa aku memiliki seorang ibu
lebih baik dari yang lainnya
aku mencintai ibuku dengan sepenuh hati
tanpanya
ku kan hancur
jadi, ini untuk Ibu
karena telah menjadi yang terbaik
dan itu benar
aku mencintaimu
Selamat Hari Ibu
untuk orang terbaik yang dirayakan
di bulan Desember
10.
jika aku bertanya padamu
seseorang yang kukenal
apakah kau membenciku?
aku akan peduli
karena putus asa
tentang orang yang membenci
dan lanjutkan hariku
dengan jantungku
menangis sia-sia
11.
kau pura-pura peduli
mana yang tak adil
buatku percaya
lalu kau tipu
anggapku biasa saja
bukan itu lakunya teman
kau sebutku keluarga
yang mana yang kukejar
menemukan keluarga adalah keinginan
tapi ku tak diterima
ku ditolak
hidup sebatang kara dalam pikiran
teman dan atau keluarga
takkan pernah kutemukan
12.
persahabatan bukan milikku
tapi beginilah…
untuk sahabat
bersamaku sampai akhir
selalu ada untukku
itulah yang terjadi dalam segala hal
yang kau lakukan
jujur setia dan slalu ada
miliki sahabat sebaik dirimu
bahkan tidak adil bagi orang lain
tapi ku tak peduli
ini untuk sahabat
untukmu kuberikan cinta
hanya itu yang kupunya
cinta…
begitulah adanya
dalam bentuknya yang paling murni
palsu dan generik
bebagaimana dunia ini
13.
persetan denganmu
dan semua yang kau jalani
serupa drama Yunani
kau membawaku trauma
untukmu
kuberikan jari tengah
semua temanmu juga
kau akan berakhir sendirian
daging dan tulang yang membusuk
ku kan berhasil setelah drama berlalu
dan begitulah caranya
cara menghadapimu
14.
kematian datang kepada semua
kejatuhan terakhir
hilang selamanya
kehidupan terputus
inilah akhirnya
kematian tak akan menjadi teman
di sini menjemputmu pergi
di mana pun kau berada
15.
kapan kita akan beristirahat
hidupku kau ambil
takut setengah mati
menghembuskan napas terakhir
dan aku pergi
nyawaku takkan tinggal lagi
satu hari terakhir dalam hidup
16.
Slalu ada hikmah di baliknya
maka ku tersenyum
akhirnya kumengerti
aku hanyalah manusia
masalahku tak terdefinisi
pikiranku adalah milikku
aku akan pergi
dan menjadi diriku sendiri
kau akan lihat
tunggu saja
karena aku akan hebat
itu takdirku
17.
kebencian hanya membuat hidup lebih sulit
seiring bertambahnya usia
ku kan lebih pintar
jangan terima hal negatif
kau takkan pernah keluar hidup-hidup
18.
semoga kau baik-baik saja
kau begitu indah
bahagialah
itulah yang kuinginkan
bertemu denganmu suatu hari nanti
menunggu dan melihat
melihat apakah aku dicintai
sebesar cintaku padamu
jikalau itu tak terjadi
tidak apa-apa
Aku hanya berharap
Yang terbaik untuk kalian berdua
19.
aku kan membungkammu selamanya
sebesar aku bisa
berhasil melawan semua
kau takkan pernah kuseru
karena aku mengalahkanmu
akhirnya
20.
dingin dan gelap
peti mati meninggalkan bekas
disiksa sendirian
dan tak ada orang lain
denyut nadimu melambat
tak ada lagi panik dan takluk
hilang dalam hiruk-pikuk
kesibukan yang begitu sunyi
dan pelan memberitahumu
waktunya untuk pergi
21.
kujalani satu kebohongan besar
kauu takkan pernah sama lagi
aku ingin hidup
terbang
ku takkan pernah memainkan permainan ini lagi
slamat tinggal untuk semuanya
lihat aku pergi
kalian takkan pernah menangkapku
22.
kebencian mendidih
panas beruap ruah
sejernih sebelum
ku ulurkan tangan
dan dengan genggaman
ku sadari kau tak lagi di sini
23.
menangis dan menangis
tak bisa berhenti
mengapa begitu sulit pikir
rumit kau bombardir
kau begitu jahat padaku
mengapa tak bisa terbuka dan lihat
tengok apa yang telah kau lakukan aku
tapi kau tak peduli
jadi ku takkan peduli lagi
24.
cinta
belum banyak merasakannya
ingin menyerah saja
menyerah pada cinta dan kepedulian
hati tercabik-cabik
hidup untuk hidup
sendiri sendirian
dan itu akan segera berakhir
25.
tumor di sini bersamaku
biarkan kita berdua
satu kali pertemuan
hidup yang tak akan lagi kulewati
kuharap aman
bangun
kau aman
jalani saja
bersama teman dan keluarga
karena kau hanya punya
satu kehidupan
Cikarang, 9 September 2025
#puisipanjang











