Tempurung kulingkupkan pada jiwa dan pikiran
zaman berkembang cepat daripada alamanda
daya cipta tergantikan teknologi seketika
drone, arsenal, skripsi, hingga karya sastra
mungkin seribu puisi terwujud dalam semenit
aplikasi sejuta bait
aku memilih mengeram intuisi dalam batok kelapa
syairku murni dari isi kepala
sajakku adalah kaca
berpuisi dengan tangan sendiri
Bogor, 22 Juni 2025
Penulis
-
Wijatmoko berasal dari Magelang yang merantau dan menjadi penduduk Tanjung Priok, Jakarta Utara. Wijatmoko telah membuahkan sepuluh buku karya tunggal bergenre prosa, puisi, dan pantun. Beberapa tulisannya sempat tersimpan di sebuah blog pribadinya yang gagal dimasuki karena dia kehilangan kuncinya.









