Home / Genre / Misteri / Kebetulan?

Kebetulan?

Kebetulan
1

Dia percaya ada persamaan agung yang bisa memecahkan semua misteri dan mengakhiri psikosisnya. Dia menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk menemukannya, menulis angka dan simbol di permukaan apa pun yang tersedia.

Namun, seiring hari berganti bulan dan bulan berganti tahun, obsesinya justru semakin parah. Dia semakin terisolasi, yakin bahwa staf di institusi itu menyembunyikan sesuatu darinya. Dia melihat kebetulan di mana-mana dan yakin bahwa semuanya saling terkait.

Tepat saat dia hampir menyerah, dia mendengar suara itu lagi. Suara yang telah dia dengar selama berbulan-bulan, suara yang seolah berbicara kepadanya dalam bahasa yang tak dia pahami.

Namun kali ini, suara itu berbeda. Lebih jelas, lebih mendesak. Dan seolah mencoba mengatakan sesuatu padanya.

Gadis itu berusaha keras untuk memahami kata-kata itu, tetapi kalimatnya berantakan dan membingungkan. Tapi saat dia mendengarkan, sia mulai merasakan pemahaman menyelimutinya. Seolah-olah suara itu memberinya jawaban untuk persamaannya.

Dia tak sepenuhnya memahami arti kata-kata itu, tapi dia tahu bahwa kata-kata itulah kunci untuk mengungkap misteri.

Dengan tekad dan semangat yang baru, gadis itu kembali bekerja. Dia menuliskan angka dan simbol yang diberikan suara itu, dan ketika melakukannya, dia mulai merasakan kepastian dan pemahaman yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dia dipenuhi kegembiraan dan harapan saat menyadari bahwa dia akhirnya berada di jalan yang benar.

Akhirnya, setelah apa yang terasa seperti selamanya, dia berhasil. Dia telah menemukan persamaan agung yang menjelaskan segalanya dan mengakhiri psikosisnya. Dia tak percaya dia benar-benar berhasil. Dia telah terkurung di rumah sakit jiwa ini begitu lama, dan kini dia akhirnya bebas.

Saat gadis itu duduk sendirian di rumahnya, seminggu setelah keluar dari rumah sakit jiwa, dia diliputi rasa takut yang merayap di dasar pikirannya. Dia telah meneliti perhitungannya, yakin bahwa perhitungan itu menyimpan kunci untuk mengungkap misteri alam semesta dan membebaskannya dari psikosis. Namun, ketika dia mencermati pekerjaannya, dia tahu ada yang janggal.

Dia memeriksa ulang persamaan-persamaannya, mencari tanda kekeliruan, dan ngeri menemukan kesalahan-kesalahan berserakan di seluruh pekerjaannya. Namun, ketika dia mengalihkan pandangannya dari persamaan itu, tingkat delusinya yang sebenarnya menjadi jelas.

Dia menyadari, dengan perasaan takut yang semakin menjadi-jadi, bahwa dia masih terperangkap di dalam dinding-dinding rumah sakit jiwa.


13 November 2025

Penulis

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Antologi KompaK’O

Random image