Home / Fiksi / Puisi / Selembar Lima Ribu

Selembar Lima Ribu

Selembar Lima Ribu

Selembar uang lima ribu rupiah menempel di tangan
seorang anak berdiri di hadapan
rambut malu-malu berupaya menudung mata sayu
suaranya lirih menyembunyikan sesuatu

“Beli mie satu”
“hanya itu?”, kataku
“lima ribu, bisa?”
“tentu saja”

suasana kaku kubelah dengan sebilah tanya
apakah sudah sekolah menengah pertama?
ia diam bersahaja
apakah sudah kelas lima?
dia ragu-ragu bersuara
senyum getirnya meloloskan beberapa patah kata:
“sudah berhenti”

selanjutnya aku yang berganti
melakban bibir agar tak lagi bicara
menggilir hati menggemuruhkan iba
ada esensi mengapa seseorang hemat berbicara
jiwanya dikuasai kemelut ribut

anak itu lalu beranjak menenteng sebungkus mie
sepeda bututnya mengajak kakinya bergegas pulang
mungkin di rumah seporsi makanan dinanti-nantikan
dibagi adil
meski tak seperti membagi-bagikan jabatan.

Jonggol, Bogor, 13 Desember 2025

Penulis

  • Wijatmoko Bintoro S

    Wijatmoko berasal dari Magelang yang merantau dan menjadi penduduk Tanjung Priok, Jakarta Utara. Wijatmoko telah membuahkan sepuluh buku karya tunggal bergenre prosa, puisi, dan pantun. Beberapa tulisannya sempat tersimpan di sebuah blog pribadinya yang gagal dimasuki karena dia kehilangan kuncinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image