sudah lama aku tak menjadi rumah
di tengah belantara hingga lupa pulang pada diri sendiri
arah penuh liku berteman fatamorgana
terpana pada sumur dangkal yang gersang
aku menjahit luka dari tulang yang retak,
manakala kepenatan merebah pada kesunyian
di sudut sungai yang bersuara gemericik,
riak jelaga mengutus rindu untuk mengingat nama
bersulam kealpaan hingga jauh bertandang pada gemerlap,
lubuk dimandikan curah air, lalu menjadi tongkat
pepohonan bersiul dan angin sepoi berbisik lirih,
mengajak kembali agar luka tak semakin dalam
rimba menjadi peneduh yang rindang
menyeka pada noda wajah dari lumpur dosa
lalu memberi alamat kembali jalan yang lurus,
agar aku tak tersesat lagi
Purwakarta, 18 Januari 2026











