Home / Topik / Kehidupan Kristen: Stronghold & Mamon: Bukan Selalu tentang Hal Buruk dan Jahat, melainkan…

Kehidupan Kristen: Stronghold & Mamon: Bukan Selalu tentang Hal Buruk dan Jahat, melainkan…

Kehidupan Kristen 20260421
3

Banyak orang termasuk kita mengira jika perbuatan dosa ‘hanya terbatas/termasuk’ tentang hal-hal buruk; berbohong, mencuri, membunuh, berbicara buruk, berpikiran negatif, dendam, kebencian, kesombongan, berselingkuh dan lain sebagainya. Jika kita melihat atau mendengar orang lain melakukan hal-hal di atas, lantas kita ingin menegurnya, menyuruhnya sadar dan buru-buru bertobat. Seperti dalam sinetron, dracin atau drakor; perbuatan buruk akan dapat balasannya.

Akan tetapi banyak kita lupa jika bukan hanya perbuatan buruk atau negatif saja yang bisa membuat kita berdosa. Tidak melakukan apa yang Tuhan titahkan, pengabaikan dengan sengaja, pura-pura alim atau bersikap baik, semua juga adalah ‘kesalahan’ yang sering kita lakukan.

Stronghold, kira-kira menurut opini pribadi penulis, adalah apa yang kita pegang teguh dan percayai sebagai suatu kebenaran, atau mungkin lebih tepatnya pembenaran. Dibela-bela karena sudah ‘benar-benar terbukti’, menyangkal Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup. Berikut ini sebuah kejadian nyata. Kenalan penulis yang pada kartu identitasnya tertulis agama Kristen, sebut saja namanya Mr. Master, pada kenyataannya masih ragu kepada Tuhan Yesus. Beliau masih mencari pertolongan pada entitas-entitas lain, ‘penguasa di udara’. Penguasa di udara di sini belum tentu Iblis atau Setan, melainkan roh yang tentu saja bertentangan jalan dengan Tuhan, berusaha menarik-narik anak-anak Tuhan dan orang-orang yang belum mengenal-Nya. Imbalan untuk ‘jasa’-nya bukan tumbal atau uang seberapa Rupiah, sukarela. Di sinilah ‘bagian menarik’ yang membuat Mr. Master jadi tidak ingin mencari Tuhan. “Tuhan terlalu menuntut, harus memberi persembahan persepuluhan, sekian-sekian, harus begini-begitu. Yang ini simpel, murah, tokcer!” demikian alasan beliau. Tuhan kita ribet, sedangkan entitas yang dia ‘pegang’ alias stronghold beliau ini ‘gak begitu’, alias dianggap jauh lebih murah hati, bahkan apa yang diminta selalu ‘dikabulkan’.

Sadarilah, entitas yang jadi stronghold beliau ini barangkali awalnya seperti ‘sukarela bekerja’ alias free menyumbangkan jasanya, namun tentu ada ‘imbalan sesungguhnya’ untuk itu. Tidak ada yang benar-benar gratis untuk ‘jasa’ yang dia lakukan. Jika tidak berupa tumbal, bahkan nyawa/roh Mr. Master saja sudah ‘sangat berharga’ baginya! Sayang sekali jika akhirnya beliau akan terhilang selamanya, tak ada jalan untuk kembali. Hingga hari ini Mr. Master belum juga menyadari dan bertobat. Penulis berdoa dan berharap semoga beliau cepat atau lambat dapat kembali berbalik ke jalan Tuhan yang benar, Allah Tritunggal Bapa Anak Roh Kudus, amin.

Mamon bukan melulu tentang berhala-berhala atau ilah lain, inilah salah satu mamon yang sering membelenggu kita: uang. Uang seberapapun jumlahnya di tangan atau rekening bank, cepat mengalir, pergi seperti air. Belanja ke pasar, uang berapa saja bisa habis dan gak ada refill-nya. Harga-harga semakin tinggi. Gaji dan pendapatan tidak naik-naik. Orang-orang berutang tidak mau bayar. Uang kita keluhkan dan pertahankan, bahkan dicari-cari lewat saudara atau bestie, ‘pinjam dulu seratus’, bahkan pinjol dan judol. Mudah sekali gara-gara kurang uang (atau sebaliknya berlebih!) terjadi pertengkaran bahkan perceraian. Banyak selebriti atau artis-artis yang begitu kaya raya, ironisnya hidup tidak dipenuhi cinta, sukacita atau damai sejahtera, padahal uang mereka berlimpah-limpah! Kesibukan mencari uang mereka jadikan alasan untuk tidak pulang ke rumah. Hubungan keluarga; suami-istri, ayah-ibu-anak terbengkalai, padahal uang mereka takkan habis hingga tujuh turunan.

Mari kita mencoba menelaah diri, apakah masih ada stronghold atau mamon yang diam-diam membelenggu hidup kita. Idol-idol-kah, jimat ‘pegangan’ lain di luar Tuhan, atau apapun ‘harapan cadangan’ kita di luar Dia dan selain Dia. Uang yang selalu dikejar, dicari, dibelai-belai dan disayang sehingga membuat kita pelit, kikir, hingga enggan mengakui jika kekayaan kita berasal dari Tuhan. Rezeki dan berkat kita Dia yang atur. Mari singkirkan semua stronghold dan mamon kita, kembalilah kepada Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat Sejati.

Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.


Tangerang, 21 April 2026

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image