Home / Non Fiksi / Tutorial / Menulis Novel: 3 Cara Menciptakan Kekurangan Tokoh

Menulis Novel: 3 Cara Menciptakan Kekurangan Tokoh

Menulis Novel 20260618
1

Ada pepatah lama yang aku lupa-lupa ingat, kira-kira bunyinya, “Aku tidak mencari manusia yang sempurna. Manusia dengan kekurangannya yang kusukai.”

Ini selalu terngiang di kepalaku, karena memang  sangat benar. Setiap orang memiliki kekurangan, dan beberapa lebih mudah diterima daripada yang lain.

Hal ini juga berlaku untuk tokoh kita. Kekurangan dan kelemahan mereka membuat mereka menjadi pribadi tiga dimensi yang dapat dihubungkan dan didukung oleh pembaca. Hal itu juga memungkinkan karakter kita untuk membuat kesalahan dan pilihan buruk yang mengarah pada alur cerita yang menarik.

Tetapi memilih kekurangan sembarangan tidak akan berhasil. Siapa yang peduli kalau protagonis tidak bisa masak kalau memasak tidak pernah penting bagi cerita? Lalu bagaimana kalau mereka tidak bisa berkomitmen jika mereka tidak pernah diminta?

Penting untuk memilih kekurangan dan kelemahan yang menambah nilai keseluruhan novel.

Tokoh yang utuh punya kekurangan dan kelemahan yang membuat mereka disukai pembaca.

Kalau kita mengabaikan sifat-sifat negatif, kita akan mendapatkan karakter yang datar dan tidak menarik, atau karakter Mary Sue atau Gary Stu (artinya cari sendiri di google. Bocoran kecil: nama Mary Sue pertama kali muncul dalam fanfic Star Trek) yang terlalu sempurna untuk menjadi nyata. Tidak satu pun dari tipe tokoh ini yang mampu memikat pembaca dan membuat mereka cukup peduli untuk mendengarkan kisah tokoh tersebut.

Kurangnya kekurangan dan kelemahan juga membuat alur cerita jauh lebih sulit, karena ada lebih sedikit cara hal-hal dapat berjalan salah. Tokoh yang tidak pernah membuat kesalahan, tidak pernah takut, tidak pernah membuat pilihan yang buruk atau salah memahami situasi, harus bergantung pada kekuatan eksternal untuk menggerakkan alur cerita yang menghasilkan protagonis yang reaktif.

Berikut adalah tiga tempat untuk mencari kekurangan dan kelemahan karakter:

1. Di bawah tempat tidur dan di lemari mereka.

Benar, kita berbicara tentang ketakutan!

Ketakutan adalah kelemahan tokoh yang berguna, karena dapat menyebabkan kesalahan, keputusan yang salah, atau bahkan perilaku di luar karakter. Semua hal yang menciptakan masalah dan menambah konflik dalam sebuah novel.

Setiap orang takut akan sesuatu, bahkan kalau itu tidak rasional (dan ini seringkali merupakan jenis ketakutan terbaik).

Namun, kecuali tujuan novel adalah untuk mengatasi ketakutan itu, berhati-hatilah agar tidak menjadikan ketakutan itu sebagai hal yang harus dihadapi protagonis untuk menang. Ketika detailnya terlalu sempurna, detail tersebut dapat tampak terlalu mudah atau kebetulan.

Bidik ketakutan yang menghambat protagonis dan pengejarannya terhadap tujuan, membantu menciptakan konflik, dan menyebabkan masalah dalam novel. Pertimbangkan tokohmu dan tanyakan:

  • Trauma masa lalu apa yang mungkin memengaruhi perilaku saat ini?
  • Apa yang mereka takuti secara tidak rasional?
  • Apa yang mereka takuti secara diam-diam?
  • Apa yang mereka takuti secara terbuka?
  • Ketakutan apa yang berkaitan dengan masalah saat ini?
  • Ketakutan apa yang disebabkan oleh masalah plot secara keseluruhan?
  • Ketakutan apa yang berasal dari konflik internal?

Tunjukkan ketakutan tokoh dalam tindakan sehingga pembaca tahu bahwa itu adalah masalah. Dengan begitu, ketika protagonis hampir melakukan X karena alasan plot, pembaca akan khawatir bahwa ketakutan itu akan menyebabkan kegagalan. Dan tentu saja, terkadang kamu bisa membalikkannya dan membiarkan protagonis terlalu berlebihan dalam menebus kesalahan sebelumnya karena takut, dan malah memperburuk keadaan.

Rasa takut adalah motivator yang kuat dan kelemahan yang dapat dipahami oleh tokoh. Manfaatkan.

2. Contoh buruk

Prasangka diajarkan, dan protagonis kamu mungkin telah mendapatkan pelajaran buruk tentang dunia mereka.

Aku menggunakan prasangka dalam arti “pendapat yang tidak menguntungkan atau anggapan yang sudah terbentuk sebelumnya”.

Tokoh dapat memiliki pendapat dan gagasan yang membentuk siapa mereka dan bagaimana mereka berpikir. Beberapa gagasan ini didasarkan pada fakta yang salah atau pendapat orang lain, dan menyebabkan mereka bertindak dengan cara yang tidak begitu baik atau cerdas. Beberapa sifat ini mungkin membuat mereka malu, dan mereka akan berusaha keras untuk menghindarinya.

Misalnya, kalau tokoh utama kamu patah hati karena seorang pemain band berambut gondrong bermata teduh, dia mungkin bereaksi buruk terhadap cowok pemain band berambut gondrong bermata teduh saat pertama kali bertemu mereka. Ini berguna kalau kamu perlu membuatnya langsung tidak menyukai tokoh lain karena alasan plot dan dia tidak punya alasan yang bagus untuk melakukannya. Memulai dengan langkah yang salah berdasarkan prasangka dapat menyebabkan masalah. Pertimbangkan tokohmu dan tanyakan:

  • Apa yang diajarkan kepada mereka untuk tidak disukai atau tidak disetujui saat masih kecil?
  • Apa yang membuat mereka marah?
  • Apa yang mereka yakini salah?
  • Apa yang mereka yakini tidak begitu baik, tetapi akurat di dunia mereka?
  • Apa yang tidak mereka toleransi?
  • Apa yang akan mereka perdebatkan?
  • Apa yang membuat mereka malu?

Prasangka dan bias akan memengaruhi bagaimana protagonis kamu berinteraksi dengan dunia mereka dan orang-orang di dalamnya. Manfaatkan itu.

3. Kualitas baik mereka (ini serius).

Bahkan sifat positif pun dapat menyebabkan masalah dalam situasi yang tepat.

Misalnya, ketekunan adalah sifat yang berguna, tetapi menolak untuk menyerah apa pun yang terjadi bisa sangat merepotkan jika dihadapkan pada masalah yang mengharuskan protagonis untuk menyerah demi kemenangan. Selalu melakukan hal yang benar dapat berbalik melawan mereka jika mereka berurusan dengan orang-orang yang tidak pernah melakukan hal yang benar.

Dipaksa untuk melawan sifat alami mereka dapat menambah konflik internal yang luar biasa pada tujuan eksternal.

Pertimbangkan tokohmu dan tanyakan:

  • Sifat positif apa yang dapat menjadi kelemahan dalam situasi yang tepat?
  • Sifat positif apa yang menyebabkan masalah sebanyak yang diselesaikannya?
  • Sifat apa yang mengganggu tokoh lain?
  • Sifat apa yang mungkin menghambat tokoh tersebut?
  • Sifat apa yang melambangkan jiwa karakter ini?

Jangan lupa untuk melihat sisi gelap dari sifat dan kekuatan positif. Mendorongnya terlalu jauh mungkin justru yang dibutuhkan dalam sebuah adegan.

Kekurangan dan kelemahan membuat karakter mudah dipahami. Itu adalah keunikan kecil yang membuat tokoh terasa manusiawi dan nyata, serta memungkinkan pembaca untuk mendukung mereka apa pun yang mereka lakukan.

Ingat, tidak semua kekurangan dan kelemahan itu buruk. Beberapa adalah sifat yang menarik yang membuat karakter semakin disukai. Tapi kamujangan membuat mereka terlalu banyak kekurangan.

Kekurangan itu baik, tapi disfungsi total dapat menghilangkan simpati terhadap tokoh.

Ini agak sama dengan menjadi terlalu sempurna. Seseorang yang selalu membuat pilihan yang salah dan selalu mengalami hal-hal yang salah sama mudah ditebaknya dengan seseorang yang selalu mengalami hal-hal yang berhasil.

Seimbangkan kualitas baik tokoh dengan kekurangannya, sehingga pembaca tidak pernah tahu sisi mana dari tokoh yang akan membuat pilihan selanjutnya. Tokoh mungkin memiliki potensi untuk membuat keputusan yang tepat, tetapi kemungkinan untuk mengacaukannya juga sangat tinggi.

Ketika kamu menciptakan tokoh, jangan lupa untuk memberi mereka kelemahan dan sifat yang membuat mereka berdimensi tiga (atau empat). Karena bagaimanapun, tidak ada yang sempurna.

Tugas:

Luangkan lima menit dan daftarkan kelemahan dan kekurangan karakter utama kamu. Sekarang, susun daftar di mana dan bagaimana kelemahan tersebut mempengaruhi cerita atau plot. Apakah kelemahan tersebut meningkatkan cerita atau kamu gagal di sana?

Apa saja kelemahan tokoh favorit kamu? Apa kelemahan terbaik yang pernah kamu ciptakan untuk tokoh kamu sendiri?

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image