Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Di Mana Roh Kudus? Bukan (Hanya) di Dalam Gereja, Melainkan Juga di…

Kehidupan Kristen: Di Mana Roh Kudus? Bukan (Hanya) di Dalam Gereja, Melainkan Juga di…

Kehidupan Kristen 20260624
3

Banyak orang mengira atau percaya Roh Kudus hanya akan ada/hadir saat seseorang tiba-tiba bisa berbahasa lidah dalam kebaktian, saat bernubuat yang ajaib-ajaib, saat ada kesembuhan dalam KKR, dan lain sebagainya. Padahal Roh Kudus juga hadir/bukan hanya nyata di dalam ruang gereja, dalam kebaktian atau persekutuan saja. Di mana sebenarnya Roh Kudus itu dan apa yang dilakukan-Nya?

  1. Roh Kudus hadir saat kita (hampir) berbuat dosa. Manusia yang sudah lahir baru sekalipun tetap membutuhkan Tuhan Allah Tritunggal dan firman-Nya sebagai dasar hidup. Seringkali kita lengah atau masih memiliki kelemahan-kekurangan, misalnya seperti penulis yang punya karakter carefree (tidak suka diatur) kadang masih bersikap kurang sabar atau taat aturan. Roh Kudus kerap menegur saya, “Sabar, sabar!” apabila kesabaran penulis sedang diuji. Penulis mungkin masih merasa risih atau fed up, namun tak sampai terjebak dalam dosa (sakit hati atau hingga melukai perasaan sesama, misalnya dengan mengeluarkan kata-kata negatif atau ‘main tangan’). Hadir ibarat rem paling pakem, Roh Kudus setia menegur bahkan apabila kita telanjur terpeleset/tergelincir. Topangan-Nya takkan membiarkan jatuh tergeletak. Ibarat seorang partner, mitra sejati, Dia menggenggam tangan kita erat-erat hingga kita bangkit, berdiri dan berjalan kembali.
  2. Roh Kudus nyata saat kita takut atau cemas. Pernahkah Anda merasa begitu takut tanpa sebab bak adegan film horor, misalnya merinding di tempat sepi atau gelap, atau saat teringat hal negatif tertentu yang memicu kewaspadaan? Namun tidak seperti dunia yang rasa takutnya rentan berlanjut dengan overthinking, tertekan, jadi seorang penakut ‘tingkat akut’ dan sebagainya, Roh Kudus memampukan/menjadikan kita berani. Berani di sini bukan berarti dada membusung, petantang-petenteng ‘siaaap grak, maju, jalan’ tanpa persiapan, melainkan terlindung dari marabahaya. Ibarat selubung tak kasatmata, Roh Kudus hadir di mana saja bahkan dalam kesepian, kesendirian dan ketidakberdayaan kita. Dia menembus batas-batas diri, menenangkan, menentramkan. Tidak ada roh di atas bumi, di bumi dan di bawah bumi lebih besar dan lebih berkuasa daripada Roh Tuhan Allah kita.
  3. Roh Kudus menjadikan kita tetap kuat saat dunia lemah, tetap tenang saat dunia gelisah, tetap terhibur saat situasi dunia tambah tak menentu. Hati dan pikiran kita tenang damai karena hadirnya Roh Tuhan, bukan karena kepribadian kita ‘kuat dari sananya’. Tidur malam kita pulas/nyenyak, tanpa gelisah hingga terjaga dengan tubuh segar bugar di pagi hari. Meskipun tiada seberapa banyak uang di saku, kita tetap mampu memberi dengan sukacita bagi sesama.
  4. Roh Kudus memampukan kita tetap tegar/kuat saat dilanda dukacita. Entah musibah/kejadian tak diinginkan, kehilangan harta-benda atau orang terkasih berpulang (dipanggil Tuhan), kita dimampukan untuk tidak jatuh dalam depresi tak berkesudahan atau nestapa tanpa tepi. Bukan berarti kita lantas mudah pulih atau dijamin kembali merasa seratus persen bahagia, akan tetapi kita dimampukan-Nya untuk bertahan. Roh Kudus memberikan afirmasi jika kesedihan tidak kekal / tidak untuk selamanya, dalam iman, kelak kita akan berkumpul kembali dengan para almarhum-almarhumah terkasih apabila waktu kita sudah tiba. Dimampukan-Nya kita move on tanpa sepenuhnya harus melupakan masa lalu dan kenangan indah, kembali melanjutkan hidup yang harus tetap berjalan.
  5. Roh Kudus juga mengajar, memulihkan jiwa-raga, hingga membentuk pribadi menjadi lebih baik. Ibarat selembar amplas hingga gerinda untuk memoles/membentuk kayu, batu atau logam, Roh Kudus menempa kita menjadi citra Allah seutuhnya sesuai panggilan masing-masing. Dia bukan hanya mengendalikan ibarat ‘roh yang merasuk’, melainkan menerbitkan kesadaran. Air mata bahagia tiba-tiba mengalir di pipi, hati hangat nan tersentuh, hingga pemulihan tubuh tiba-tiba terjadi, semua itu juga karya Roh Kudus.

Jangan sepelekan dan anggap Roh Kudus ‘hanya ada di…’ alias membatasi keberadaan-Nya. Pelihara nyala-Nya dalam diri, jaga agar tetap membara. Percayalah jika Roh Kudus yang dikirimkan Yesus Kristus, meskipun tak kelihatan, ada dalam hati setiap Orang Percaya. Amin.

Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.

Tangerang, 23-24 Juni 2026

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Satu Komentar

  • Kita bersyukur menjadi orang percaya. Selalu setiap hari diperbaharui menjadi pribadi seperti yang Tuhan Yesus kehendaki.
    Melalui pimpinan Roh Kudus yang ada dalam hati kita.
    Semoga dalam hidup ini, kita menghasilkan buah2 Roh seperti yang ada dalam kitab Galatia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image