Home / Fiksi / Peti

Peti

Peti

“Kami menemukan peti ini di dalam jaring,” kata si pelaut.

Sang kapten memandangi kotak itu, meraba-raba desainnya yang rumit, dan mengenali ukiran di tutupnya.

“Buang itu. Sekarang juga!” teriaknya. Matanya terbelalak, lalu dia berlari keluar dan mengunci diri di kabinnya.

Para pelaut berdebat apakah akan membuangnya atau membukanya, karena mungkin berisi sesuatu yang berharga.

Bertahun-tahun kemudian, kapal itu ditemukan terdampar di pesisir sebuah pulau. Semua pelaut tewas mengenaskan, dan sang kapten gantung diri di kabinnya. Di mejanya, mereka menemukan sebuah catatan bertuliskan:

“Aku bermimpi tentang peti itu lagi. Kami menemukannya hari ini. Aku memerintahkannya untuk dibuang, tapi aku tahu apa yang akan terjadi. Kami tidak punya jalan keluar…”

Mereka menemukan sesuatu yang lain.

Peti itu terbuka.

17 Agustus 2025

Penulis

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Antologi KompaK’O

Random image