Home / Non Fiksi / Opini / Kehidupan Kristen: Pengalaman Pribadi dengan Tuhan Berbeda-beda, Kasih Tuhan Tetap Sama!

Kehidupan Kristen: Pengalaman Pribadi dengan Tuhan Berbeda-beda, Kasih Tuhan Tetap Sama!

Kehidupan Kristen 20251219 (Copilot AI)
2

Pernahkah rekan-rekan dalam Tuhan berpikir jika pengalaman pribadi setiap anak Tuhan berbeda-beda? Ada yang sudah lama berada dalam Tuhan bahkan sejak lahir, namun belum juga memiliki ‘pengalaman pribadi’ bersama Tuhan. Atau sebaliknya, belum lama memberi dirinya menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, namun doa-doanya selalu dikabulkan Tuhan secara luar biasa. Semua perbedaan tersebut bukan berarti Tuhan kurang adil atau berbeda-beda takaran kuasa-Nya. Apa yang bisa kita lakukan agar bisa dapat juga sebuah pengalaman pribadi bersama Tuhan yang berbeda, unik, dapat menjadi kesaksian hidup untuk dibagikan kepada sesama?

  1. Diri pribadi , bahkan anggota keluarga inti atau pasangan sekalipun, memiliki panggilan dan jalan hidup berbeda-beda. Tidak ada yang selalu diberi jalan mudah, sebaliknya gak ada juga yang selalu susah. Jika kita kerap merasa hidup kita paling sulit sedunia, cobalah ulangi sejenak penggalan kalimat barusan. Ya, merasa. Semua itu (hanya) ada dalam perasaan kita. Pada kenyataannya, Tuhan menerbitkan matahari yang sama setiap pagi dan bulan yang sama di waktu malam. Udara segar selalu ada, sesuatu yang sangat penting namun jarang kita syukuri. Kita memiliki free will untuk menikmati atau menghindarinya, mengakui dan bersyukur atau sebaliknya, mengeluhkannya. Semua perbedaan itu tak lantas menjadikan Tuhan berbeda, Dia tetap sama kemarin, hari ini dan selama-lamanya.
  2. Yesus Kristus datang ke dunia untuk seluruh umat manusia, bukan hanya bagi sekelompok orang atau satu bangsa saja. Sayang, masih banyak yang belum mendengar, belum mengerti, apalagi bersedia menerima-Nya. Pintu-Nya selalu terbuka, pilihan untuk melaluinya ada pada setiap orang. Kita sebagai Orang-orang Percaya tak bisa ‘mendorong-dorong‘ semua yang kita kenal untuk melalui pintu-Nya. Yang bisa kita lakukan hanya memberitakan kabar baik semampu kita sambil tetap menunjukkan kasih Tuhan. Perbedaan yang ada bukan untuk diusik atau diperdebatkan, melainkan patut diterima sebagai kekayaan budaya dan bagian dari harmoni-dinamika hidup di dunia. Biarkanlah Tuhan dengan cara-Nya yang di luar akal manusia bekerja ganti kita.
  3. Kita tidak perlu membanding-bandingkan beberapa hal berikut ini; cara Tuhan memakai kita atau rekan seiman, berkat yang sudah Tuhan karuniakan sebagai titipan di tangan kita dengan berkat Tuhan di tangan orang lain, serta ‘modal awal/talenta’ masing-masing. Jangan seperti para hamba/pekerja dalam perumpamaan talenta. Yang dititipkan hanya satu talenta kesal dan mengeluh, ‘mengapa tuan saya pelit?’ Padahal tuannya sudah membagikan menurut kemampuan masing-masing para pekerjanya. Jika hanya ada satu, usahakanlah agar kelak menjadi dua. Jika sudah ada dua, perlahan-lahan dijadikan empat, demikian selanjutnya. Janganlah kita seperti si pekerja yang lalu memendam satu-satunya talenta dalam tanah. Lakukan saja bagian kita sesuai kemampuan dan waktu. Jalankan dengan setia.
  4. Apa yang terlihat mudah/cepat bagi orang lain, belum tentu mudah juga bagi kita. Pengalaman positif seseorang kerap mendorong kita mengikuti jejak kakinya. Padahal belum tentu Tuhan punya rencana yang sama untuk kita. Termotivasi atau mencoba boleh saja, akan tetapi ingatlah pada batas-batas kemampuan dan kondisi diri.

Pengalaman rekan-rekan yang berbeda-beda dapat dijadikan motivasi diri untuk melayani Tuhan. Meskipun terlihat/terdengar lebih mudah atau lebih mujur, kita tidak perlu merasa kurang beruntung. Pengalaman indah bersama-Nya juga hadir dan nyata dalam berbagai hal; hidup dan kesehatan, perlindungan-penyertaan, rezeki sehari-hari hingga cinta kasih keluarga. Apa yang Tuhan izinkan, waktu-Nya bagi kita berbeda juga, semuanya adalah wujud kasih Tuhan.

Semoga bermanfaat dan Tuhan memberkati.


Tangerang, 19 Desember 2025

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Antologi KompaK’O

Random image