Home / Fiksi / Memupus Rindu

Memupus Rindu

Memupus Rindu
1

Aku berdiri di persimpangan jalan. Haruskah aku menyurutkan langkah. Bukankah itu pertanda kalah. Sementara rindu tak terperikan?

Aku terjebak di pekatnya belantara. Haruskah aku berdiam diri saja. Bukankah jejak-jejak langkah sudah tak tampak adanya. Sementara di depan tiada sedikitpun cahaya?

Aku dirundung kebimbangan. Haruskah kini saatnya memupus rindu. Bukankah Engkau masih merasakannya sepertuku. Sementara rindu ini tak pernah tergantikan?

Jkt, 310525

Penulis

  • Mas Sam

    Seorang guru yang hobi baca dan suka nulis.

    Menamatkan pendidikan di IKIP Negeri Yogyakarta dan berprofesi sebagai guru sejak 1996 sampai sekarang.

    Tulisannya dapat dibaca di platform kompasiana.com dan opinia.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Antologi KompaK’O

Random image