Aku berdiri di persimpangan jalan. Haruskah aku menyurutkan langkah. Bukankah itu pertanda kalah. Sementara rindu tak terperikan?
Aku terjebak di pekatnya belantara. Haruskah aku berdiam diri saja. Bukankah jejak-jejak langkah sudah tak tampak adanya. Sementara di depan tiada sedikitpun cahaya?
Aku dirundung kebimbangan. Haruskah kini saatnya memupus rindu. Bukankah Engkau masih merasakannya sepertuku. Sementara rindu ini tak pernah tergantikan?
Jkt, 310525











