Beranda / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Apa Saja Keistimewaan Lagu Pujian Rohani Bagi Tuhan?

Kehidupan Kristen: Apa Saja Keistimewaan Lagu Pujian Rohani Bagi Tuhan?

Lagu Rohani (NPR)
1

Bagi banyak orang Kristen/orang percaya, seringkali lagu rohani hanya dinyanyikan pada saat-saat tertentu saja, misalnya dalam kebaktian di gereja, saat ada liturgi ini-itu, dan sebagainya. Hanya dihafalkan sampai bosan. Akan tetapi banyak kita masih gagal memaknai, meresapi serta mendapatkan berkat darinya. Kok bisa?

Inilah beberapa pengingat indah mengenai lagu pujian rohani (gospel songs):

1. Lagu pujian tidaklah sama dengan lagu-lagu biasa (lagu dunia seperti lagu pop ala-ala love song, lagu K-pop kesukaanmu dan lain-lain). Di mana istimewanya? Pemazmur pernah berkata, aku hendak bermazmur bagi Tuhan selama aku hidup. Menyanyikan lagu pujian dan memainkan alat musik bagi kemuliaan nama Tuhan adalah kesukaan banyak nabi bahkan seorang raja seperti Raja Daud. Kok bisa? Apa yang mendorong mereka memuji Tuhan?

Ada kuasa luar biasa dalam pujian!

Bukan hanya perasaan tenang, haru, nyaman dan bersemangat. Ada kuasa dalam pujian. Ada doa dan harapan yang dinaikkan. Sama seperti doa, lagu/nyanyian rohani apapun memiliki kata-kata yang tidak kaleng-kaleng meskipun mungkin suara kita masih fals seperti kaleng rombeng. Gak ibarat kontes idol dimana kemampuan vokal yang mumpuni diperlukan dan dinilai, Tuhan gak menilai manusia dari merdu tidaknya suaranya, bagaimana ekspresi atau gerakannya. Kadang vokal kita masih cempreng, suara kemana nada kemana, berdiri gemetaran, lupa teks, beda banget dengan aslinya, Dia tetap dengarkan semuanya dan tentu saja semua pujian yang dinaikkan menjadi dupa yang harum bagi-Nya. Tidak sempat nyanyi? Baru belajar? Putarkanlah rekaman lagu pujian di mana saja, resapi dan hayati serta aminkan.

2. Lagu rohani tidak hanya didengarkan manusia saja atau Tuhan saja. Bahkan penghuni alam roh di bumi dan di bawah bumi turut mendengarkan puji-pujian kita. Apa saja bisa terjadi jika kita menyanyikannya dengan sepenuh hati. Setan-setan gentar, Iblis tak berani dekat-dekat. Mereka jauh-jauh dari kita, tak berani macam-macam. Asal satu-dua hal terpenuhi; kita aminkan, imani dan nyanyikan dengan sepenuh hati dan segenap keyakinan, bahwa kata-kata dalam lagu rohani kita terhubung ke atas dan menggerakkan kuasa Tuhan.

Tembok Kota Yerikho yang tinggi-kukuh saja bisa runtuh setelah Bangsa Israel (seperti dituturkan dalam Kitab Yosua di Perjanjian Lama) mengelilinginya sambil menyanyikan pujian dan alat musik yang super berisik selama tujuh hari berturut-turut. Enam hari pertama masing-masing satu kali, pada hari yang ketujuh, tujuh kali. Jika Bangsa Israel putus asa setelah 6 hari pertama tak menghasilkan apa-apa, pilih mundur saja karena malah habis-habisan ditertawakan oleh lawan, tembok Yerikho tidak akan pernah runtuh. Mereka pergi undur diri sajalah, karena tidak ngefek. Gak jadi, ah. Akan tetapi mereka percaya pada kuasa pujian. Nyatanya, ‘keberisikan’ mereka berhasil. Yerikho jatuh, berhasil dikuasai!

Apapun isi kata-kata/teks lagu pujian yang dibawakan, imani dan aminilah!

3. Lagu pujian bukan masalah siapa penulisnya, apa bahasanya, populer atau tidak, melodinya enak atau tidak, apa alat musiknya, bagaimana cara menyanyikannya (dengan tepuk tangan atau khidmat) dan lain-lain. Melainkan apakah Anda bisa hidup mengimplementasikan isi lagu itu, membawa maknanya ke dalam hidup Anda. Lagu pujian bukan seperti lagu pop yang hari ini ngetop, besok bisa dilupakan. Tidak juga perlu masuk chart atau semacamnya agar dapat pengakuan. Yang perlu dilakukan adalah membawanya dalam hati dan menyanyikannya segenap hati dengan rasa rindu akan hadirat dan jamahan Tuhan.

Kesimpulan: Lagu apa yang ingin kunyanyikan hari ini? Apakah lagu pujianku akan menyenangkan hati-Nya? Apakah diriku sendiri sudah mampu mencerna dan mengimplementasikan kuasa dalam pujian yang kubawakan? Jangan jemu serta bosan membawakan lagu pujian bagi-Nya entah dalam kebaktian, dalam pelayanan, penyertaan doa hingga dalam kehidupan sehari-hari. Jangan permasalahkan bagaimana warna suara hingga berbakat-tidaknya Anda, nyanyikanlah saja lagu-lagu indah yang Dia taruhkan dalam hati. Tuhan kita Maha Pendengar dan Maha Pemurah. Menyenangkan hati-Nya, siapapun akan diberkati. Niscaya berkat-Nya melimpah bagi kita semua.

Semoga bermanfaat dan Tuhan memberkati. Amin.

Jakarta-Tangerang, 3 Juni 2025.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *